Tag Archive | Puasa

Ringkasan Kajian ‘Akankah Lebih Baik?’

@ Masjid Raya Al-Musyawarah
Sabtu, 23 Sya’ban 1438 H / 20 Mei 2017 M
Pemateri: ustadz Syafiq Basalamah

***

Kajian dimulai oleh ustadz dengan menyebutkan tentang keutamaan berlaku dengan sederhana.
“Makanan satu orang cukup untuk dua orang”. Maksudnya tidak ada kata ‘kurang’ dalam hidup ini.

Apakah Ramadhan tahun ini lebih baik dari tahun kemarin?

Dalil wajibnya puasa Ramadhan:

{يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ} [البقرة : 183]

“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa” (Q. S Al-Baqoroh: 183) Continue reading

Advertisements

✿ Faidah Hadits 52 ✿

4

الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين، أما بعد.قال عليه الصلاة والسلام : بني الإسلام على خمس شهادة أن لا إله إلا الله وأن محمدا رسول الله وإقام الصلاة وإيتاء الزكاة وصوم رمضان وحج البيت. أخرجه الترمذي، والحديث أخرجه البخاري ومسلم بلفظ : وحج البيت وصوم رمضان.

Dalam hadits ini, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengibaratkan agama Islam layaknya sebuah bangunan yang terdiri dari lima pilar (rukun) utama yang kokoh lagi saling menguatkan.

Atas dasar ini, para ulama berpendapat dibolehkannya membuat sebuah permisalan disaat seseorang menerangkan suatu hal yang bersifat maknawi agar lebih mudah dipahami. Continue reading

# Puasa Sejati #

Dikisahkan pada suatu hari Imam Ahmad Ibnu Hambal Rahimakumullah (seorang ulama besar islam) sedang berpuasa. Menjelang buka puasa yaitu ketika beliau hendak berbuka dengan dua potong roti kering, datanglah seorang pengemis ke rumah beliau untuk meminta-minta. Imam Ahmad merasa iba, lalu beliau memberikan dua potong roti kering yang akan digunakannya untuk berbuka kepada pengemis tersebut. Sehingga tidak ada makanan tersisa, oleh karena itu beliau kemudian berbuka dengan segelas air putih. Dan keesokan harinya, beliau juga sahur dengan segelas air putih.  Maa Syaa Allah.

Begitulah sosok orang-orang yang puasanya telah mempengaruhi perilaku kesehariannya. Dan kriteria puasa yang bisa mempengaruhi perilaku adalah puasa yang sejati. Yaitu puasa yang tidak hanya sekedar menahan lapar dan haus, melainkan maknanya lebih luas. Seperti yang dikatakan oleh Jabir bin Abdullah, seorang sahabat nabi Shalallahu ‘Alaihi Wa Sallam, “Apabila engkau berpuasa hendaklah telinga kamu ikut berpuasa, lisan kamu ikut berpuasa, dan mata kamu ikut berpuasa”.

Puasa mata maksudnya menjaga mata dari melihat hal-hal yang dilarang oleh Allah Subhaanahu Wa Ta’ala. Demi mengamalkan firman Allah Subhaanahu Wa Ta’ala, “Katakanlah Muhammad kepada kaum muslimin agar mereka menundukkan pandangan (mata) dan menjaga kemaluannya”. Jadi di dalam ayat ini, Allah menjelaskan bahwa mata ini seharusnya digunakan untuk melihat sesuatu yang tidak dimurkai oleh Allah. Continue reading

# Puasa Sejati #

Dikisahkan pada suatu hari Imam Ahmad Ibnu Hambal Rahimakumullah (seorang ulama besar islam) sedang berpuasa. Menjelang buka puasa yaitu ketika beliau hendak berbuka dengan dua potong roti kering, datanglah seorang pengemis ke rumah beliau untuk meminta-minta. Imam Ahmad merasa iba, lalu beliau memberikan dua potong roti kering yang akan digunakannya untuk berbuka kepada pengemis tersebut. Sehingga tidak ada makanan tersisa, oleh karena itu beliau kemudian berbuka dengan segelas air putih. Dan keesokan harinya, beliau juga sahur dengan segelas air putih.  Maa Syaa Allah.

 

Begitulah sosok orang-orang yang puasanya telah mempengaruhi perilaku kesehariannya. Dan kriteria puasa yang bisa mempengaruhi perilaku adalah puasa yang sejati. Yaitu puasa yang tidak hanya sekedar menahan lapar dan haus, melainkan maknanya lebih luas. Seperti yang dikatakan oleh Jabir bin Abdullah, seorang sahabat nabi Shalallahu ‘Alaihi Wa Sallam, “Apabila engkau berpuasa hendaklah telinga kamu ikut berpuasa, lisan kamu ikut berpuasa, dan mata kamu ikut berpuasa”.

Continue reading