Tag Archive | Pemerintah

Nyoblos??? 5 Menit Untuk 5 Tahun, Atau 5 Tahun Untuk 5 Menit ??

 

Sikap Resmi Oleh : Febriyanto Bin Mitro Wiyono (Mahasiswa Fakultas Teknik 2012 Universitas Negeri Jakarta)

 

Pemilu adalah sebuah sistem kuffur, anak kandung demokrasi. Sebuah cara yang sama sekali bukan dari Islam. Islam Agama yang telah mengatur seluk beluk dalam seluruh aspek kehidupan. Tidak ada yang tersisa melainkan sudah sempurna.

 

“Pada hari ini orang-orang kafir telah putus asa untuk (mengalahkan) agamamu, sebab itu janganlah kamu takut kepada mereka, tetapi takutlah kepada-Ku. Pada hari ini, telah Aku sempurnakan agamamu untukmu, dan telah Aku cukupkan nikmatKu bagimu, dan telah Allah ridhai Islam sebagai agamamu. Tetapi barangsiapa terpaksa, karena lapar bukan karena ingin berbuat dosa, maka sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang. (Al-Maidah : 3)

 

Juga disamakannya saya dengan pendeta, bisa jadi dalam nyoblos ??? Lantas tak ada bedanya dari dua orang dalam posisi yang sangat berlainan.

 

“Maka apakah patut Kami menjadikan orang-orang Islam itu sama dengan orang yang berdosa (Orang Kafir) ? Atau adakah kamu (berbuat demikian). Bagaimanakah kamu mengambil keputusan?? (QS : Al-Qalam 35-36)

 

Tulisan ini dibuat dengan sesadar-sadarnya, sadar akan kelemahan penulis, sadar akan bodohnya penulis, sadar akan banyaknya masa’il yang tidak diketahui penulis. Lalu mengapa menulis, simple sekali jawabnya… dengan Niat karena Allah, selama 3 mingguan terakhir, mengumpulkan redaksi berharga, kemudian susun lantas selesai, yang tentunya akan dipertanggungjwabkan di hadapan Allah Rabbul ‘izzati wal Jalala.

 

Pembahasan disini, di tulisan ini. BUKAN BERDASAR :

 

1. INGIN BERBANTAHAN DALIL . Kau punya pendapat dan saya punya pendapat. Bukan. Karena telah sama-sama dimaklumi dan diyakini kaum muslim akan haramnya demokrasi.

2. SUKA TIDAK SUKA dengan Demokrasi.

3. KEKURANGAN DAN KELEBIHAN dari partai Fulan atau Partai Fulan.

 

TIDAK SAATNYA ! BUKAN MASANYA ! BUKAN BERARTI TIDAK PENTING! LANTAS ADA YANG LEBIH PENTING !

 

Namun atas dasar rasa kecintaan kaum mukminin terhadap kelangsungan umat muslim itu sendiri.

 

Rasa Cinta Yang Mana ???

 

Sejauh redaksi yang sudah banyak beredar, telah sampai kepada saudara-saudaraku kaum muslimin sekalian akan munculnya berbagai fatwa yang tentunya sudah biasa menjadi bahan yang seru akan boleh dan tidak nya kita ikut mencoblos, dan patut dibedakan dalam hal ini antara “Nyoblos” dengan “Demokrasi”, karena lantas tidak sama antara “Mobil” dengan “Roda”. Antara “Bagian” dan yang “Intinya”.
Apa ?? Sebagaimana yang telah kita ketahui bersama, kecuali haramnya nyoblos adalah

 

> Dalam perkara akhaf al-dhararain atau min bab taklili syar  ارْتِكَابُ أَخَفِّ الضَّرَرَيْنِ

 

>> DALAM RANGKA MEMINIMALISIR KEJAHATAN dan atau SEBUAH KEBURUKAN

 

Kaedah ini disimpulkan dari ayat,
أَمَّا السَّفِينَةُ فَكَانَتْ لِمَسَاكِينَ يَعْمَلُونَ فِي الْبَحْرِ فَأَرَدْتُ أَنْ أَعِيبَهَا وَكَانَ وَرَاءَهُمْ مَلِكٌ يَأْخُذُ كُلَّ سَفِينَةٍ غَصْبًا

 

Adapun bahtera itu adalah kepunyaan orang-orang miskin yang bekerja di laut, dan aku bertujuan merusakkan bahtera itu, karena di hadapan mereka ada seorang raja yang merampas tiap-tiap bahtera.” (QS. Al Kahfi: 79).

 

Lihatlah apa yang dilakukan oleh Khidr adalah untuk mengambil bahaya yang lebih ringan dari dua bahaya yang ada. Khidr sengaja menenggelamkan kapal milik orang miskin, ini adalah suatu mafsadat (bahaya). Namun bahaya ini masih lebih ringan dari hilangnya seluruh kapal yang nanti akan dirampas oleh raja yang zalim.

 

Dalam Fathul Bari, Ibnu Hajar Al Asqolani membuat kaedah,

 

ارتكاب أخف المفسدتين بترك أثقلهما

 

“Mengambil mafsadat yang lebih ringan dari dua mafsadat yang ada dan meninggalkan yang lebih berat.” (Fathul Bari, 9: 462)

 

Sebagaimana juga yang dijelaskan dalam berbagai kesempatan oleh Syaikh Abdul Muhsin , atau blog pribadi Al-Ustadz Firanda Andirja, pada penjelasan oleh  As-Syaikh Sa’ad Asy-Syatsri [1].
Lantas apa iya?? Keikut sertaan kita dalam pemilu 2014 akan memberikan faidhah akhaf al-dhararain atau min bab taklili syar ??

 

Coba saya dan anda bayangkan, berapa jumlah orang yang menawarkan jasanya untuk dipilih dalam ranah Demokrasi ini, terdiri dari beragam komponen, setidaknya :

 

  • Orang yang Berharap menuju istana dan semisalnya dan tidak takut miskin.Jumlahnya cukup banyak, meskipun tidak ada data akurat. Jumlah ini jelas banyak.

 

  • Orang yang Berharap menuju istana dan semisalnya dan takut jatuh miskin saat kalah.Kasian betul nasib golongan ini.

 

  • Orang yang berjuang untuk agamanyaMisionaris politik untuk kepentingan religi jelas membludak. Sebagai Muslim, jelas acungan jempol dan terimakasih sumbangsihmu untuk negeri dalam rangka mendekatkan dan membela kaum muslimin untuk agamanya. Jelas golongan ini yang diharapkan kaum mukminin yang ‘waras’. Sebaliknya untuk non muslim, bersiaplah menggigit ujung jari tangan kiri.

 

Data Fakta Mafsadat yang lebih ringan dan lebih berat :

 

1.  Kalau umat muslim terus saja melihat kekurangan diantara kaum muslimin dalam hal ini akan segala bentuk keburukan yang ada pada nya, maka niscaya harus dibedakan dalam masalah ini, yaitu memilih yang lebih ringan, bukan tidak ada kekurangan sama sekali, karena sungguh nantinya ‘Akan Tidak Ada’.

 

2. Sengaja saya berkunjung, tadi sore- sebagai bentuk tambah yakinnya saya, ke sebuah komplek Kuffar Kristen, Jamaat Gereja di komplek itu, diskusi saya mulai dengan ringan, mengingat supaya saya menggali informasi. Di luar dari rumah-rumah warga komplek itu, termpampang jelas, Bendera2 ‘Ganas’ MONCONG PUTIH ! Sebenarnyaa saya tak perlu tanya, bagaimana sikap jama’at gereja terhadap pemilu, namun akhirnya saya tanya. “Dan jawabannya agak berbelit, karena jelas sudah background dari Pendeta ini adalah Sarjana Filsafat, jago berkelit tapi akhirnya jelas lah benang merah dan benang putih, bahwa Jok*w* lah pilihan mereka secara gamblang. Tanpa maksud ??? Kebetulan kah ?? tak usah sibuk menjawab.

 

3. Ust. Agus Hasan Bashori  (  LIPIA Jakarta 1987–1994 Rangking 1 cumlaude) -yang lebih dulu terkenal melawan Syi’ah dan aliran sesat- berujar:

 

 

” Assalamu’alaikum,

Sahabat muslim yang dimuliakan Allah subhana wa ta’ala. Tahukah Anda, bhw Pemilu 2014 sangat penting bagi agama kita Islam?

Sebelum Pemilu di tanah air terjadi pada 9 April 2014, rekan saya melaporkan kondisi Pemilu di negara2 Eropa yg sdh berlangsung kmrn. Di Belanda, terjadi kenaikan 50% dr 2009. Golongan Kristen yg sblmnya golput, tiba2 muncul. Sebaliknya, basis pemilih muslim dan komunitas pengajian justru golput.
Sejak Partai Damai Sejahtera (PDS) yg merupakan parpol Kristen, mereka merapat ke PDIP. Jadi, di Eropa, sudah diprediksi PDIP menang telak dr suara2 Kristen.

 

Di Australia dan New Zeland (NZ), ada instruksi dari seluruh gereja untuk mencoblos PDIP. Ini juga terjadi di United Kingdom dan Jerman. Di Australia & NZ partisipasi non-muslim massif sekali. Sekali lagi, Kristen mencoblos PDIP.

 

Kalo di Denhaag terjadi kenaikan 3x lipat dibanding Pemilu 2009, di UK kenaikan 2x lipat. Fakta yg terjadi, kalangan Kristen diarahkan tahun ini untuk mencoblos PDIP.

 

Sahabat muslim. Apakah Anda sadar, bhw parpol Islam yg justru korupsinya sedikit, di-bully oleh kalangan Kristen yg membela parpol yg justru korupsinya terbanyak, spt PDIP? Apakah Anda sadar, bhw anggota legislatif dr parpol yg sebetulnya bnyak membolos justru dibela habis2an? Tahukah Anda kalangan Kristen diam-diam akan menguasai tanah air kita lewat kemenangan PDIP?
Sahabat muslim, kita sedang dipecah belah. Sesama muslim diadu domba. Sebagai saudara seiman, kini saatnya kita bersatu. Anda boleh tdk suka, tetapi apa pun parpolnya, sebaiknya Anda coblos parpol Islam.
Jangan golput sahabat. Coblos parpol Islam yang terbaik dr parpol Islam yg ada, baik itu PKS, PBB, maupun PPP. Kita tahu parpol ini ada kekurangan, tapi lebih baik menyelatkan Islam drpd harus dikalahkan oleh Kristen.
Dengan mencoblos, insya Allah Anda telah melakukan jihad untuk agama Allah swt. Tetapi jika Anda tetap golput, itu sama saja membiarkan Kristen menguasai tanah air. Mari kita coblos parpol Islam!”

 

4. Ust. Abdul Basith meriwayatkan dari Dr. Hamid Fahmy Zarkasyi, MA. M. Phil.(Ketua MIUMI Pusat) :, beliau berkata

 

“Jika anda tdk mau ikut pemilu karena kecewa dengan pemerintah & anggota DPR, atau parpol Islam. Itu hak anda. Tapi ingat jika anda & jutaan yg lain tidak ikut pemilu maka jutaan orang fasik, sekuler, liberal, atheis akan ikut pemilu untuk berkuasa dan menguasai kita. Niatlah berbuat baik meskipun hasilnya belum tentu sebaik yang engkau inginkan.
Ali bin Abi Thalib “Kezhaliman akan terus ada, bukan karena banyaknya orang-orang jahat. TAPI karena DIAMNYA ORANG BAIK” (selesai kutipan).

 

5. Ust. Yusuf Utsman Baitsa, guru kami yang masyhur menentang Syi’ah dan firqah sesat lainnya sejak era 90 atau bahkan sebelumnya, menuturkan:

” Sepanjang zaman mesti ada event dimana muslimin dlm kelemahan namun hrs berhadapan dgn kekuatan musuh yg membahayakan mrk sehingga butu berlindung kpd selain mrk, contohnya nabi syuaib disegani musuhnya krn perlindungan keluarganya, begitu pula nabi muhammad disegani kafir quraisy krn perlindungan paman beliau abu tholib dan bani hasyim yg waktu itu msh kafir. Pada saat ini kita terdesak oleh bersatunya org liberal syiah dan org kafir yg sangat memusuhi kita. Kita terdesak utk segera mengambil sikap.”

 

6. Ust. Agus Hasan Bashori, Lc (  LIPIA Jakarta 1987–1994 Rangking 1 cumlaude) berkata:

” Berbuatlah selagu anda bisa berbuat., pilihlah selama anda diberi hak memilih, dan anda punya ilmu bahwa pilihan itu berbeda beda. Sungguh ironis, orang kafir, atau syiah atau liberal tahu apa yg harus dia pipih sementara sunni tdk tahu apa yg harus dia pilih.

Mukmin yg cerdas adalah yg mengambil pelajaran dari orang lain, bukan yg dijadikan pelajaran Kita bedakan antara kita bikin partai , dg kita dukung saudara kita, yg akibatnya juga kita rasakan bersama

Saudaraku, kita dalam bahaya Bersatulah dg tali agama allah [2].

Nantikan serial berikutnya Setelah umat islam tdk punya tempat di pemerintah, lalu pemeritah semena2 merampas masjid, merubah nama jalan, merubah kurikulum, membunuh dan mau memindahkan ka’bah ke najaf, umat islam angkat senjta, rakyat musuh negara yg didukung dunia Setiap tahapan mesti dihadapi, selagi bisa ikhtiyar kita berikhtiyar bukan lari atau acuh tapi hasil baik buruk kita tdk bisa lari dari padanya ” [3].

 

5 Menit Untuk 5 Tahun, Atau 5 Tahun Untuk 5 Menit ??

 

>> 5 menit untuk 5 tahun adalah ketika anda yakin bahwa mencoblosnya anda, karena yakin akan berfaidah akhaf al-dhararain atau min bab taklili syar

>>> 5 tahun untuk 5 menit adalah ketika anda yakin dan tetap terus senantiasa tidak mengeluh terhadap yang terjadi di masa yang akan datang, dalam hal ini pula tidak mencibir, “Nhi loh, ga nyoblos juga, ga terjadi apa2,!”.. atau perkataan semisalnya. Atau sebaliknya, “Anda akan sadar akan agungnya Nasehat para Ulama??”.
Yang dari kedua hal di atas sama-sama tak ada satu hambapun yang mampu mengetahui hal Ghaib (kejadian dimasa yang akan datang).

 

SATU LAGI JANGAN LUPA BERDOA,

Mari berdoa seperti yg diamalkan oleh ABU HURAIRAH RODIYYALLOHU ‘ANHU “ALLAHUMMA INNI A’UDZUBIKA MIN IMRATISSHIBYAN WAS SUFAHA’

 

“YAA ALLAH AKU BERLINDUNG KEPADAMU DARI DIPIMPIN OLEH PEMIMPIN YG MASIH KANAK-KANAK (KEKANAK-KANAKAN) DAN ORANG-ORANG YG BODOH”

 

Padahal masalahnya simple saja !

 

Untuk masalah Pemilu, sebagaimana perkataan Ustadz Dr. Muhammad Arifin Baderi, “Ingat bahwa menggunakan hak suara dalam Pemilu bukan dalam rangka mencari pemimpin yang akan menegakkan Islam, namun dalam rangka meminimalkan ruang gerak para penjahat dan musuh Islam.”

 

Bersama bermimpi dan berharap menuju Negeri Saba’ Baldatun Thoiybatun wa rabbun Ghofur
————————————————————————————————————

Foot Note :

 

1. http://www.firanda.com/index.php/artikel/lain-lain/668-memilih-siapa-di-pemilu-2014-lampiran-fatwa-terbaru-asy-syaikh-dr-sa-ad-asy-syitsri-tentang-bolehnya-mencoblos-di-pemilu-2014-indonesia

2. http://www.gensyiah.com/nu-wahabi-muhammadiyah-irsyad-persis-si-washliyyah-adalah-bersaudara.html http://www.gensyiah.com/bukan-ciri-wahabi-tapi-ciri-ahlussunnah-pengikut-rasul-dan-ahlulbait.html

3. https://www.facebook.com/hasaneljaizy?fref=ts

 

Sumber:

https://www.facebook.com/notes/febriyanto-bin-mitro-wiyono/nyoblos-5-menit-untuk-5-tahun-atau-5-tahun-untuk-5-menit-/657171137686804

 

Continue reading