Archives

Laporan Kuliah Kerja Lapangan (KKL)

Kuliah Kerja Lapangan (KKL) adalah suatu bentuk kegiatan yang memberikan pengalaman belajar kepada mahasiswa untuk terjun langsung dalam sebuah industri dan dunia kerja yang mungkin tidak ditemukan dikampus, sekaligus sebagai proses pembelajaran mahasiswa yang sedang membangun dan mengetahui keberhasilan dan permasalahan yang di hadapi. KKL dilaksanakan oleh perguruan tinggi dalam upaya meningkatkan Misi dan Bobot pendidikan bagi mahasiswa dan untuk mendapat nilai tambah yang lebih besar pada pendidikan tinggi.

Mendapatkan pekerjaan adalah sesuatu yang sangat sulit. Persaingan yang ketat, lapangan pekerjaan yang sempit, dan masih banyak hal lainnya yang jadi penyebab sulitnya mendapatkan pekerjaan. Dengan adanya kuliah kerja lapangan, mahasiswa diharapkan mendapat pengalaman dalam mengenal dunia kerja, dan memahami lingkungan kerja yang baik. Hal ini tentunya membantu mahasiwa untuk mendapatkan gambaran mengenai cara kerja yang baik dan disiplin, sehingga kelak mahasiswa dapat menjadi pekerja yang handal dalam bidangnya, dan mampu untuk menembus ketatnya persaingan di dunia kerja. Continue reading

Advertisements

Studi Kasus “Perguruan Tinggi atau Bekerja?”

A. Deskripsi Kasus

Central High School adalah satu-satunya SMP di Iron City, kota tua di sebelah Timur Laut. Saat ini, Iron City sudah lebih baik kondisinya dan telah bertahan dari berbagai masalah yang menimpanya. Dan Central High School telah berperan penting secara kontinyu dalam melayani warga kota untuk menghadapi perubahan ekonomi, demografi, dan kejuruan.

Dua fakta mengenai populasi Iron City merupakan hal yang sangat penting untuk menganalisis peran sekolah untuk kota tersebut. Beberapa warga Iron City, yaitu pekerja Irlandia dan Polandia yang telah bekerja di pabrik dan toko memiliki harapan yang baik untuk anak-anak mereka. Mereka menginginkan anak-anaknya mendapatkan hidup yang lebih baik dengan berkuliah dan menghindari kehidupan di pabrik. Dalam beberapa tahun ini, harapan mereka telah tercermin dalam meningkatnya tanggung jawab bimbingan akademik dan kelas untuk persiapan perguruan tinggi di Central High School.

Kelompok yang lain juga mempunyai pengaruh yang besar bagi kota dan sekolah. Selama dua puluh tahun terakhir, jumlah orang Amerika Latin yang tiba di Iron City meningkat dan kehadiran mereka mempunyai pengaruh terhadap budaya di kota dan misi pendidikan di sekolah. Central High School telah menemukan cara untuk memudahkan prosess asimilasi untuk kelompok ini dengan menekankan pelajaran bahasa dan mendirikan kelas untuk bidang sejarah dan budaya. Namun, dalam proses asimilasi tersebut, ada beberapa hal yang tetap sama. Saat ini, siswa Spanyol (Amerika Latin) tersebut tengah menempati kelas pendidikan kejuruan yang dulunya diisi oleh siswa angkatan pertama dari bangsa Irlandia dan Polandia.  Continue reading

ETIKA PROFESI

A. PENGERTIAN ETIKA

Etika dapat didefinisikan secara luas sebagai seperangkat prinsip-prinsip moral atau nilai-nilai Masing-masing kita memiliki seperangkat nilai meskipun kita mungkin belum meyakininya secara nyata. Para filsuf, organisasi keagamaan, dan kelompok-kelompok lainnya telah mendefinisikan etika dalam berbagai prinsip-prinsip moral atau nilai-nilai yang ideal.

Merupakan hal umum bila setiap orang memiliki perbedaan dalam prinsip moral dan nilai serta kepentingan relative yang terkait dengan prinsip-prinsip tersebut. Perbedaan ini merupakan gambaran dari pengalaman hidup, kesuksesan dan kegagalan, serta pengaruh dari orang tua, guru, dan teman-teman.

  • Kebutuhan akan etika

Perilaku beretika merupakan hal yang penting bagi masyarakat agar kehidupan berjalan dengan tertib. Hal ini sangat beralasan karena etika merupakan perekat untuk menyatukan masyarakat. Bayangkan apa yang terjadi bila kita tidak dapat mempercayai orang lain yang berhubungan dengan kita untuk berlaku jujur jika para orang tua, guru, karyawan, saudara kandung, rekan kerja, dan teman kita terus menerus berbohong maka hampir tidak mungkin kita dapat melakukan komunikasi yang efektif. Continue reading

STUDI KASUS PENYALAHGUNAAN DANA OPERASIONAL MENTERI DI KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL

I. PROFIL LEMBAGA

A. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM)

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral disingkat Kementerian ESDM (dahulu Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral) adalah kementerian dalam pemerintahan di Indonesia yang bergerak di bidang energi dan sumber daya mineral.

Visi KESDM:
Terwujudnya ketahanan dan kemandirian energi serta peningkatan nilai tambah energi dan mineral yang berwawasan Iingkungan untuk memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi kemakmuran rakyat.

Misi KESDM:
1. Meningkatkan keamanan pasokan energi dan mineral dalam negeri.
2. Meningkatkan aksesibilitas masyarakat terhadap energi, mineral dan informasi geologi.
3. Mendorong keekonomian harga energi dan mineral dengan mempertimbangkan kemampuan ekonomi masyarakat
4. Mendorong peningkatan kemampuan dalam negeri dalam pengelolaan energi, mineral dan kegeologian.
5. Meningkatkan nilai tambah energi dan mineral.
6. Meningkatkan pembinaan, pengelolaan dan pengendalian kegiatan usaha energi dan mineral secara berdaya guna, berhasil guna, berdaya saing, berkelanjutan dan berwawasan lingkungan.
7. Meningkatkan kemampuan kelibangan dan kediklatan ESDM
8. Meningkatkan kualitas SDM dan sektor ESDM
9. Melaksanakan good governance

Tugas:
Membantu Presiden dalam menyelenggarakan sebagian urusan pemerintahan di bidang energi dan sumber daya mineral

Fungsi
1. Perumusan kebijakan nasional, kebijakan pelaksanaan dan kebijakan teknis di bidang energi dan sumber daya mineral;
2. Pelaksanaan urusan emerintahan di bidang energi dan sumber daya mineral;
3. Pengelolaan barang milik/kekayaan negara yang menjadi tanggung jawab Departemen;
4. Pengawasan atas pelaksanaan tugas Departemen Penyampaian laporan hasil evaluasi, saran dan pertimbangan di bidang tugas dan fungsi Departemen kepada Presiden. Continue reading

Akuntansi Keuangan Lanjutan (Konsinyasi, Invetasi Saham, Penggabungan Usaha)

SOAL 1

 

Berikan 3 contoh usaha bisnis riil (lokal ataupun asing) yang menggunakan sistem konsinyasi dalam praktik dunia usaha! Berdasarkan salah satu contoh tersebut (lampirkan data faktual perusahaannya), buatlah contoh transaksi usaha yang terjadi dalam bentuk konsinyasi tersebut baik dari sisi consignor dan consignee secara komprehensif dari sisi pencatatan akuntansinya, dan buatlah analisa membangun yang dapat anda berikan bagi consignor dan consignee atas contoh transaksi tersebut!

 

JAWAB:

  Continue reading

Recruitment System in PT PLN Region of Riau to Own The Best Human Resources

Indonesia is a big country. Its citizens are about 200 millions people. For supporting their activities, so many people need many daily necessaries in their life. This is an oppurtunity for creating variety of businesses in Indonesia. Because business is created from people’s needs. One of many people’s needs is electricity. Electricity is used for lighting, creating energy of warm, and as tool of chain drive. Electricity as tool of chain drive makes people can use ventilator and machine in industries. Electricy as energy of warm makes people can use refrigerator, Air Conditiner, Personal Computer, Magic Jar, car, etc. Besides, electricity makes lighting in the world and become not dark.

Continue reading

PENGARUH METODE MIND MAPPING DALAM MENINGKATKAN PEMAHAMAN BELAJAR MATA KULIAH EKONOMI DI KELAS PENDIDIKAN AKUNTANSI REGULER 2012

BAB I

PENDAHULUAN

 

1. Latar Belakang Masalah

 

Belajar merupakan suatu aktivitas mental atau psikis yang berlangsung dalam interaksi dengan lingkungannya yang menghasilkan perubahan yang bersifat relatif konstan.[1] Dalam belajar ada suatu proses pemahaman dan mengingat setiap hal – hal yang baru yang berasal dari pengalaman. Namun, untuk dapat memahami dan mengingat setiap hal itu memerlukan suatu metode atau gaya belajar. Oleh karena itu, setiap mahasiswa biasanya memiliki permasalahan yang sama pada saat menjelang Ujian Tengah Semester (UTS) dan Ujian Akhir Semester (UAS), yaitu bagaimana cara untuk dapat memahami dan mengingat setiap bab dari mata kuliah yang telah disampaikan, bahkan dalam satu mata kuliah ekonomi mahasiswa harus dapat mempelajari 8 hingga 10 bab untuk UTS ataupun UAS.

Pada saat seperti ini, mahasiswa menggunakan berbagai metode belajar sehingga hasil UTS dan UAS nya tidak mengecewakan. Ada yang lebih memilih untuk membaca secara kontekstual atu dengan cara menjawab pertanyaan – pertanyaan yaitu dengan kecenderungan belajar visual, ada yang lebih suka mendengarkan yaitu kecenderungan belajar auditorial dan ada juga yang lebih senang mempraktekkan secara langsung misalkan dengan mengajarkan kembali kepada orang lain yaitu kecenderungan belajar kinestetis. Metode belajar yang digunakan mahasiswa disesuaikan dengan masalah belajarnya masing-masing.

Metode  belajar yang digunakan mahasiswa seharusnya dapat membantunya untuk dapat mengingat setiap bab dalam mata kuliah dengan baik. Saat ini banyak mahasiswa yang menggunakan metode belajar dengan cara mencatat. Namun mereka masih membuat catatan tradisional dalam bentuk tulisan linier panjang yang mencakup seluruh isi materi pelajaran sehingga catatan terlihat sangat monoton, membosankan dan berlembar- lembar kertas yang harus dibuka. Mencatat dengan cara ini terkadang juga mempunyai pengaruh buruk yaitu dapat menghilangkan topik -topik utama yang penting dari materi.

Mencatat hanya menggunakan sistem kerja otak kanan, yaitu yang berkaitan dengan urutan, rangkaian dan bilangan, tanpa imajinasi, asosiasi, pembesaran, keanehan, humor , warna, ritme, rasa, seksualitas dan sensualitas. Sehingga untuk membuat catatan yang baik perlu merubah tradisi itu dengan membuat kedua otak disertai sistem ingatan (Buzzan, 2002: 168).  Cara yang paling mudah untuk memasukan informasi kedalam otak dan untuk kembali mengambil informasi dari dalam otak adalah dengan Pemetaan masalah atau Peta pikiran yang sering disebut  Mind mapping.

Continue reading