Archives

Ringkasan Kajian ‘Akankah Lebih Baik?’

@ Masjid Raya Al-Musyawarah
Sabtu, 23 Sya’ban 1438 H / 20 Mei 2017 M
Pemateri: ustadz Syafiq Basalamah

***

Kajian dimulai oleh ustadz dengan menyebutkan tentang keutamaan berlaku dengan sederhana.
“Makanan satu orang cukup untuk dua orang”. Maksudnya tidak ada kata ‘kurang’ dalam hidup ini.

Apakah Ramadhan tahun ini lebih baik dari tahun kemarin?

Dalil wajibnya puasa Ramadhan:

{يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ} [البقرة : 183]

“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa” (Q. S Al-Baqoroh: 183) Continue reading

Advertisements

KETIKA KITA DAPAT MENAHAN AMARAH

Oleh               : Eko Afza

Muroja’ah     : Ust. M. Sulhan Jauhari, Lc

Dinukil dari :Buletin Dakwah “Al-Iman” edisi 129 Tahun ke-3 No.25 (Sya’ban 1434 H)

 

Siapapun dari kita pasti pernah marah. Bahkan tak sedikit yang merasakan mrah dan emosi yang sangat membara. Memang tak dapat dipungkiri bahwasanya marah adalah tabiat yang tidak akan mungkin luput dari manusia, karena marah merupakan hawa nafsu yang Allah telah tetapkan ada pada diri setiap manusia.

Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wa Sallam pun terkadang timbul rasa marah pada diri beliau. Disebutkan dalam sebuah hadits yang dirwayatkan oleh Imam Muslim di dalam kitab Shahih-nya bahwa Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wa Sallam mengatakan, “Aku ini hanya manusia biasa, aku senang sebagaimana manusia senang, dan aku bisa marah sebagaimana manusia marah” (HR. Muslim).

Hadits tersebut menunjukkan bahwasanya seorang paling mulia di muka bumi ini pun tidak luput dari sifat marah. Namun perlu digarisbawahi, marahnya Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wa Sallam tentu marah yang terpuji, yaitu ketika syariat Allah Subhanahu Wa Ta’ala dilanggar dan tidak dijalankan oleh para sahabatnya. Hal ini juga menjelaskan kepada kita semua bahwasanya Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wa Sallam merupakan manusia biasa yang Allah turunkan wahyu kepada beliau. Continue reading

Peliharalah Keluargamu dari Api Neraka

Pemateri         : Ustadz Ade Agustian

Sabtu, 28 Desember 2013 @  Masjid Ar-Rahmat, Slipi

JAGA-DIRIMU-DAN-KELUARGAMU

Allah berfirman dalam Q.S At-Tahrim ayat 6, “Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.

Adh-Dharani mengatakan, “Asal kebaikan di dunia dan akhirat adalah rasa takut pada Allah.”

 

Apabila ada seorang hamba yang tidak takut pada Allah, maka hatinya sakit. Oleh karena itu adalah kewajiban seluruh manusia untuk memelihara keluarganya dari api neraka dan membawa mereka dalam kebaikan di dunia dan akhirat. Continue reading

Nasehat Tentang Waktu dan Kiat-Kiat Mengisi Waktu

Pemateri         : Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas

Ahad, 22 Februari 2015 @ Masjid Jakarta Islamic Centre

11015481_782826415105499_6427434009752882179_n 

Sesungguhnya, hidup di dunia ini hanyalah sementara. Allah Ta’ala menciptakan manusia dan menguji mereka, agar nampak siapa yang paling baik amalannya. Allah Ta’ala berfirman dalam Q.S Al-Mulk ayat 2 yang artinya, “Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun

Karena kematian, siksa kubur, dibangkitkan dari kubur, surga dan neraka adalah suatu kepastian. Maka setiap manusia harus siap menghadapinya.

Rasulullah besabda, “Tidaklah tergelincir kedua kaki seorang hamba pada hari kiamat sehingga Allah menanyakan empat hal atas dirinya: Umurnya; dihabiskan untuk apa, Waktu mudanya; digunakan untuk apa,  Ilmunya; apakah diamalkan atau tidak, Hartanya; darimana dia mendapatkan dan untuk apa saja dihabiskannya” (Hadist Hasan, Riwayat Tirmidzi )

Waktu sangat berharga sehingga Allah berfirman dalam surat Al-Ashr: 1-3 yang artinya, “Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian.  Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.Continue reading

Begadang Malam Dalam Pertimbangan Islam

 

Oleh Al-Ustadz Abu Ya’la Kurnaedi

Kajian Ilmiah at Masjid Ar-Rahmat Slipi on 30th Sya’ban 1435 H

 

1. Tentang Malam

 

Allah subhaanahu wa ta’ala telah berfirman pada berbagai ayat al-quran tentang malam, yaitu dalam QS. An-Naba ayat 6-11yang artinya, “Bukankah kami telah menjadikan bumi sebagai hamparan. Dan gunung-gunung sebagai pasak? Dan Kami ciptakan kamu berpasang-pasangan. Dan Kami menjadikan tidurmu untuk istirahat. Dan Kami jadikan malam sebagai pakaian. Dan Kami jadikan siang utk mencari penghidupan.”

Selain itu, Allah juga berfirman dalam QS. Al-Qasas ayat 71-72 yang artinya, “Katakanlah: Bagaimana pendapatmu jika Allah jadikan malam itu terus-menerus sampai hari kiamat. Siapakah Tuhan selain Allah yg akan mendatangkan sinar terang kepadamu? Apakah kamu tidak mendengar? Katakanlah: Bagaimnana pendapatmu jika Allah jadikan untukmu siang itu terus-menerus sampai hari kiamat. Siapakah Tuhan selain Allah yg mendatangkan malam padamu sebagai waktu istirahatmu? Apakah kamu tidak memperhatikan?”

Continue reading

Lenteraku Mulai Redup

Dalam menapaki jalan yang panjang & mendaki, dibutuhkan sebuah lentera untuk menerangi. Tapi, adakalanya lentera itu ditiup angin sehingga mulai redup. Ya, semua lentera pasti adakalanya redup. Tak mungkin selalu bersinar dengan benderang. Meski begitu, sang empunya harus berusaha agar lentera yg redup tsb bisa kembali bersinar. Karna, dengan redupnya lentera maka akan sulit melihat jalan yg lurus dan haq.
Sebagian orang kadang mengalami saat-saat dimana semangatnya mengendur ketika di luar majelis ilmu. Padahal, ghirah tsb menggebu saat di dalam majelis. Pernah merasa demikian? Maka perhatikan hadits berikut.

Continue reading

Kiat-Kiat Memilih Istri Idaman

Oleh: Al-Ustadz Firanda Andirja

 

Kajian “Kriteria Calon & Ta’aruf yang Nyunnah” at Masjid Agung Al-Azhar on 28th Sya’ban 1435 H.

Ditulis Ulang oleh: Aisyah Ummu Athirah (Ai Miftah)
___

 

Istri yang dapat membahagiakan suami merupakan idaman, dambaan, dan impian setiap lelaki. Karna itu, mencari calon istri bukanlah hal sepele. Bahkan menjadi perkara sakral yang hendaknya setiap lelaki berusaha sebisa mungkin untuk meraih yg terbaik. Karna istri adl teman hidup untuk waktu yg tidak singkat, tapi bertahun-tahun lamanya, bahkan hingga akhir hayatnya.

Berikut kriteria untuk memilih calon istri idaman, yaitu: Continue reading