Ringkasan Kajian ‘Akankah Lebih Baik?’

@ Masjid Raya Al-Musyawarah
Sabtu, 23 Sya’ban 1438 H / 20 Mei 2017 M
Pemateri: ustadz Syafiq Basalamah

***

Kajian dimulai oleh ustadz dengan menyebutkan tentang keutamaan berlaku dengan sederhana.
“Makanan satu orang cukup untuk dua orang”. Maksudnya tidak ada kata ‘kurang’ dalam hidup ini.

Apakah Ramadhan tahun ini lebih baik dari tahun kemarin?

Dalil wajibnya puasa Ramadhan:

{يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ} [البقرة : 183]

“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa” (Q. S Al-Baqoroh: 183)

Kemudian, ustadz menghubungkan tujuan berpuasa dengan tujuan dari perintah Allah yang pertama kali Dia perintahkan yaitu beribadah pada Allah agar bertaqwa, yaitu firmanNya:

{يَا أَيُّهَا النَّاسُ اعْبُدُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ وَالَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ} [البقرة : 21]

“Hai manusia, beribadahlah pada Rabbmu yang telah menciptakanmu dan orang-orang yang sebelummu, agar kamu bertakwa” (Q.S Al-Baqoroh: 21)

Karna taqwa adalah kunci segala kebaikan.

Rasulullah menggambarkan salah satu keutamaan bulan Ramadhan, yaitu:
‘Apabila masuk awal pertama Ramadhan,  pintu surga dibuka, pintu neraka ditutup, dan syaithan-syaithan dibelenggu.’

*Kondisi orang-orang terdahulu saat berpuasa di bulan Ramadhan:*

_1. MEMBACA AL-QURAN_

Allah berfirman dalam Q.S al-baqoroh ayat 2:

{ذَٰلِكَ الْكِتَابُ لَا رَيْبَ ۛ فِيهِ ۛ هُدًى لِّلْمُتَّقِينَ} [البقرة : 2]

“Ini adalah Al-Quran yang tidak ada keraguan di dalamnya, menunjukkan jalan yang lurus.”

Karna Allah Menurunkan Al-Quran dengan ilmu. Allah tahu apa yang akan terjadi pada suatu masa. Allah tahu apa yang dibutuhkan oleh manusia. Jadi, bagaimana bisa jalan yang kita tempuh akan lurus, bila Al-Quran tidak pernah dibaca? Maka, agar kita mendapat petunjuk, Al-Quran yang telah Allah turunkan harus dibaca.

Perhatikan, dulu setiap tahun Rasulullah membacakan al-Quran kepada malaikat Jibril. Hadits Rasulullah:
‘Terjadinya pengajian al-quran dengan jibril itu di malam hari.’

Kenapa malam hari? Karna malam hari lebih bisa membekas (Q. S Al-Muzzamil ayat 6):

{إِنَّ نَاشِئَةَ اللَّيْلِ هِيَ أَشَدُّ وَطْئًا وَأَقْوَمُ قِيلًا} [المزمل : 6]

”Sesungguhnya bangun di waktu malam adalah lebih tepat (untuk khusyu’) dan bacaan di waktu itu lebih berkesan.”

Di antara para sahabat, ada yang bisa mengkhatamkan Al-Quran dalam waktu 2 hari. Hal itu karena pada bulan-bulan lainnya beliau bisa khatam dalam waktu 6 bulan. Jadi, sudah terbiasa.

Adapun Imam Malik, beliau menyetop setiap kajian yang beliau lakukan di bulan Ramadhan untuk membaca Al-Quran dengan mushaf.

Sedangkan Sufyan Ats-Tsauri, beliau meninggalkan ibadah lain agar bisa fokus membaca Al-Quran.

Dan Imam Syafi’i, beliau khatam Al-Quran sebanyak 60 kali pada saat bulan Ramadhan, artinya sehari dapat 2 kali khatam.

Para sahabat dan tabi’in yang mengkhatamkan Al-Quran dengan cepat bukan berarti menyelisihi sunnah. Adapun hadits Rasulullah yang berbunyi:

“Tidak akan faham orang yang membaca Al Qur’an apabila dia membacanya hingga khatam lebih cepat dari 3 hari.”

Yang dimaksud dengan menyelisihi hadits di atas adalah apabila meruntinkan untuk mengkhatamkan al-quran kurang dari 3 hari. Tapi bila dilakukab pada waktu-waktu tertentu seperti Ramadhan, itu tidak mengapa.
_2. QIYAMUL LAIL_

Allah berfirman dalam Q.S Al-Furqan ayat 64:

{وَالَّذِينَ يَبِيتُونَ لِرَبِّهِمْ سُجَّدًا وَقِيَامًا} [الفرقان : 64]

“Dan orang yang melalui malam hari dengan bersujud dan berdiri untuk Tuhan mereka.”

Di dalam Q.S Adz-Dzariyat ayat 17-18 pun Allah menyebutkan penghuni surga yang sedikit tidurnya:

{كَانُوا قَلِيلًا مِّنَ اللَّيْلِ مَا يَهْجَعُونَ (17) وَبِالْأَسْحَارِ هُمْ يَسْتَغْفِرُونَ (18)} [الذاريات : 17-18]

“Di dunia mereka sedikit sekali tidur di waktu malam. Dan selalu memohonkan ampunan di waktu pagi sebelum fajar.”

Berkaitan dengan ayat ini, ustadz menyebutkan tentang rest area-nya seorang muslim, yaitu ada lima:
a. Ketika mati dalam keadaan beriman
b. Ketika melihat surga dalam kubur
c. Ketika menerima kitabnya dengan tangan kanannya
d. Ketika berhasil melewati jembatan shirothol-mustaqim
e. Ketika kakinya berhasil menginjak surga

Hasan Al Bashri berkata:
“Aku tidak pernah melihat ibadah yang luar biasa kecuali sholat malam.”

“Ketahuilah, bahwa kehormatan seorang muslim itu dengan sholat malam.”

Adapun kemuliaan seorang mukmin adalah dengan tidak meminta”:
“Sebaik-baik makanan adalah makanan yang berasal dari hasil kerjanya.”

Seorang sahabat berkata:
“Aku berdiri menjadi imamnya Rasulullah. Setelah selesai Al-Fatihah, Rasulullah membaca surat Al-Baqoroh sampai ayat 100. Lalu dilanjutkan sampai empat juz.”

Tingakatan orang yang sholat malam menurut Ibnu Al-Jauziyyah:
1. Menghidupkan malam penuh, yaitu dari sholat subuh sampai sholat isya
2. Menghidupkan setengah malam
3. Sepertiga malam akhir. Dan ini seperti sholatnya nabi Dawud yang Allah cintai: “Sholat yang dicintai oleh Allah adalah sholatnya nabi Dawud.”
4. Menghidupkan seperenam malam
5. Menghidupkan malam dengan tidak berarturan
6. Sholat 4 atau 2 rakaat saja
7. Sholat di antara sholat maghrib dan isya
Imam Al-Ghozali menyebutkan kiat untuk sholat malam:

🌸Yang Dzhohir:
1. Jangan banyak makan dan minum
2. Jangan memforsir kegiatan di siang hari
3. Hendaklah tidur siang (Qoilullah). Rasulullah bersabda:
“Hendaklah kalian tidur siang karena sesungguhnya syaithan itu tidak tidur siang.”
Sedangkan hadits yang berbunyi seperti di bawah ini derajatnya dhoif:
“Barangsiapa yang tidur setelah sholat ashar, maka akalnya hilang.” Jadi tetap boleh tidur setelah ashar
4. Jangan banyak dosa di siang hari. Ulama mengatakan:
“Disebabkan aku berbuat dosa, aku tidak bisa bangun untuk sholat malam selama 40 hari”

🌸 Yang Tidak Dzhohir (Hati):
1. Bersihnya hati dari hasad
2. Rasa takut pada Allah dan pendeknya angan-angan
3. Mengetahui keutamaan sholat malam
4. Cinta kepada Allah

_3. URUSAN BERBAGI_

Ibnu Abbas: “Beliau (Rasulullah) adalah orang yang paling dermawan. Dan puncak kedermawaan saat bulan Ramadhan. Jibril setiap malam datang kepada Rasulullah untuk mendengarkan Rasulullah membaca Al-Quran. Dan ini adalah puncak kedermawaan beliau.”

Dermawan tidak harus kaya harta. Karena dermawan adalah kekayaan hati.

Imam Syafi’i mengatakan:
“Aku cinta apabila seseorang di bulan Ramadhan lebih banyak berbagi.”

_4. MENGURANGI MAKAN_

Nabi apabila berbuka dengan kurma dan air, sedangkan bila sahur hanya dengan air.

Abbul Abbas berkata: “Aku pernah habis isya pernah ke tempat sahabat. Ketika akan pergi, dipanggil untuk makan. Satu nampan isinya roti, garam, minyak zaitun.”

NB: Semoga kita semua bisa mengikuti jejak Rasulullah dan para sahabat dalam menghidupkan bulan Ramadhan. Aamiin in syaa Allah..

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s