Tentang Sabar

Tadi, ketemu seorang ibu pas di angkot. Namanya bu yuli. Diliat dari tampang, jelas banget orang indonesia, tapi logatnya melayu. Usut punya usut, ternyata beliau TKW di Malaysia. Dan terjadilah sedikit perbincangan.. 

Malem ini, beliau baru aja turun dari burung besi, ikut penerbangan dari Kuching, Malaysia. Entah gimana caranya, yang pasti kita ketemu di angkot M37 jurusan senen-pulo gadung. Beliau akhirnya pulang ke tanah air sejak 12 tahun yang lalu ngerantau di negeri Jiran.

Terselip kebahagiaan saat beliau pulang, iya kan? Tapi, sebuah duka pun menulusup. Beliau dipulangkan secara paksa ke Indonesia bersama 384 TKW lainnya. Dan, ironisnya dengan meninggalkan keseluruan gajinya di tempat beliau bekerja. Pasalnya, seseorang yang mengaku sebagai majikannya belum memberikan gaji. Well, believe or not, tapi itu yang dikatakannya.

Terlepas dari ‘masa iya ada orang yang mengabaikan gaji selama 12 tahunnya tanpa dicairkan sama sekali’? Terlepas dari ‘kok TKW pulangnya ga bareng-bareng bis TKW, begitu keluar dari bandara’? Tapi ibrahnya adalah, beliau keliatan tegar dengan apa yang menimpanya saat ini. Ngerti kan apa yang ku maksud? Biasanya orang akan depresi tingkat dewa pas kehilangan uang, meski cuma 100 ribu. Tapi ini, yang kehilangan beratus-ratus ringgit, masih bisa bersabar & ga frustasi. Pun, beliau masih sanggup bilang, ‘nasib saya’.

Yaahh, semoga urusanmu dipermudah ya, bu. Kedengarannya, lapor ke kedutaan Malaysia bisa jadi suatu titik terang. And, dont ever give up, ne

~ |In the middle of my warm blanket

|16112015

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s