Begadang Malam Dalam Pertimbangan Islam

 

Oleh Al-Ustadz Abu Ya’la Kurnaedi

Kajian Ilmiah at Masjid Ar-Rahmat Slipi on 30th Sya’ban 1435 H

 

1. Tentang Malam

 

Allah subhaanahu wa ta’ala telah berfirman pada berbagai ayat al-quran tentang malam, yaitu dalam QS. An-Naba ayat 6-11yang artinya, “Bukankah kami telah menjadikan bumi sebagai hamparan. Dan gunung-gunung sebagai pasak? Dan Kami ciptakan kamu berpasang-pasangan. Dan Kami menjadikan tidurmu untuk istirahat. Dan Kami jadikan malam sebagai pakaian. Dan Kami jadikan siang utk mencari penghidupan.”

Selain itu, Allah juga berfirman dalam QS. Al-Qasas ayat 71-72 yang artinya, “Katakanlah: Bagaimana pendapatmu jika Allah jadikan malam itu terus-menerus sampai hari kiamat. Siapakah Tuhan selain Allah yg akan mendatangkan sinar terang kepadamu? Apakah kamu tidak mendengar? Katakanlah: Bagaimnana pendapatmu jika Allah jadikan untukmu siang itu terus-menerus sampai hari kiamat. Siapakah Tuhan selain Allah yg mendatangkan malam padamu sebagai waktu istirahatmu? Apakah kamu tidak memperhatikan?”

Dalam kedua ayat tersebut dapat diketahui bahwa malam diciptakan oleh Allah. Dan ayat tersebut memerintahkan manusia utk bertafakur mengenai alam semesta, baik siang atau malam (sunnah kauniyah). Dan hal ini menjadikan bertambahnya keyakinan & iman kepada Allah.

Ulama berkata, “Seandainya makhluk yang lemah menyelisihi sunnah kauniyah, maka akan rugi.”
Dia akan luput dari kebaikan dan mendapatkan bahaya. Ini bukti bahwa malam itu ada.

 

2. Tentang Begadang

 

Penyebutan kata begadang dalam bahasa arab ada 2, yaitu:
a. As-Samar, yaitu begadang yang disertai ngobrol
b. As-Sahar, yaitu begadang yang tidak disertai ngobrol.

Ibnu Abbas berkata, “Sesungguhnya begadang malam didimakruhkan.”

Beliau berkata demikian ketika turun QS. Al-Mu’minun ayat 66-67 yang artinya, “Sungguh, ayat-ayatKu selalu dibacakan kepadamu, tapi kamu selalu berpaling ke belakang. Dengan menyombongkan diri & mengucapkan perkataan keji terhadapnya pada waktu kamu bercakap-cakap pada malam hari.”

Dalam hadits riwayat Bukhori no. 575, “Nabi menyukai mengakhirkan sholat isya dan membenci tidur malam.”

Ibnu Mas’ud juga berkata, “Adalah Rasulullah mencela begadang malam setelah isya.”

Urwah bin Zubair -keponakan Aisyah radhiyallahu anha- berkata, “Aisyah pernah mendengarku setelah isya & aku sedang berkata-kata. Lalu Aisyah berkata, “Tidakkah kau mengistirahatkan penulismu (malaikat pencatat amal buruk)? Sesungguhnya Rasulullah tidak tidur sebelumnya & tidak mengobrol setelahnya.”

 

3. Hukum Begadang

 

Ada 2 hukum begadang, yaitu:
a. Makruh, ketika digunakan untuk hal-hal yang mubah.
b. Haram, ketika digunakan untuk hal-hal yang dilarang.

Seorang ulama berkata, “Begadang malam hukumnya makruh bila digunakan untuk hal yang mubah seperti memperbincangkan masalah dunia. Dan begadang malam hukumnya haram bila digunakan hal yang dilarang, seperti menggunjing manusia, melihat acara yang rusak di TV, nyanyian yang rusak, dan kemungkaran lain.”

 

4. Sebab Begadang Dilarang

 

Disarikan dari imam Al-Qurthubi sebab-sebab begadang dilarang, yaitu:

a. Karena sholat telah menghapus dosanya
“Malaikat pencatat telah menutup catatannya dengan kebaikan (dengan sholat isya-red). Kalau seseorang begadang setelahnya, maka dia menutup amalnya dengan kesia-siaan.”
Perkataan ulama tersebut diambil dari perkataan Aisyah radhiyallahu anha kepada Urwah bin Zubair dalam hadits sebelumnya.

b. Begadang bisa membuat ketiduran dari sholat malam & subuh.

c. Allah menjadikan malam sebagai tempat istirahat. Dalilnya sesuai dengan firman Allah dalam QS. Al-Furqon ayat 47 yang artinya, “Dan Dialah yang menjadikan malam untukmu (sebagai) pakaian, dan tidur untuk istirahat, dan Dia menjadikan siang untuk bangkit berusaha.”

 

5. Rukhsoh (Keringanan) Dalam Begadang

 

a. Begadang dalam menuntut ilmu.
Dari Quro’ bin Kholid, “Kami menungu Hasan al-Basri, di malam itu dia telat sampai waktu majelis selesei. Kemudian dia datang & menyampaikan alasannya telat, “Aku diundang oleh tetangga.” Kemudian Hasan al-Basri berkata, “Sesungguhnya orang berada dalam kebaikan ketika menunggu kebaikan tersebut.”
Perkataan Hasan al-Basri tersebut sesuai dengan apa yang dikatakan Anas, “Suatu hari kami menunggu Rasulullah sampai tengah malam. Kemudian beliau datang & mengimami kami lalu berkhutbah, “Sesungguhnya manusia sholat & tidur. Sesungguhnya kalian mendapat pahala sholat ketika menunggu waktu sholat.”

b. Begadang Dalam Kemashlahatan Kaum Muslimin.
Dari Umar bin Khotob, “Rasulullah pernah begadang bersama Abu Bakar & aku menyertainya untuk urusan kaum mukminin.” (HR. Tirmidzi)

c. Begadang Untuk Orang yang Sholat & Safar

d. Begadang Bersama Keluarga dan Tamu

e. Begadang untuk Para Mujahidin yang Menjaga Perbatasan Negeri
Rasulullah bersabda, “Menjaga perbatasan daerah sehari semalam lebih baik dari puasa & sholat sebulan penuh.”

f. Menuntaskan aktivitas yang belum dituntaskan

 

6. Kerusakan Dalam Begadang

 

Dari sisi agama:
a. Memaksiati Rasulullah.
Karna Rasulullah tidak menyukai begadang, jadi ummat muslim tidak diperkenankan untuk begadang. Rasulullah bersabda, “Barangsiapa yang menyelisihi sunnahku, maka bukan kaumku”.
Selain itu Allah tela berfirman yang artinya, “Sungguh telah ada pada Rasulullah itu suri tauladan yang baik bagimu yaitu bagi orang yang mengharap rahmat Allah dan hari kiamat dan yang banyak mengingat Allah.”

b. Menyelisihi Sunnah Kauniyah Allah, sesuai dengan QS. Al-Furqon ayat 47.

c. Menyia-nyiakan sholat malam & subuh.
Umar bin Khotob berkata, “Saya sholat subuh di masjid lebih disukai daripada sholat malam suntuk.”

 

Dari sisi duniawi:
a. Memudhorotkan badan & jiwa
b. Menimbulkan berbagai macam penyakit
c. Terhalang mendapat faedah di malam hari
d. Menyia-nyiakan perkara pekerjaan (karena pagi hari mengantuk)
Padahal pagi hari adl penuh keberkahan. Dimana Rasulullah telah berdoa, “Ya Allah, berkahilah umatku di pagi hari.”

 

Wallahu a’lam bishowab..

Written by. Aisyah Ummu Athirah (Ai Miftah)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s