Akuntansi Keuangan Lanjutan (Konsinyasi, Invetasi Saham, Penggabungan Usaha)

SOAL 1

 

Berikan 3 contoh usaha bisnis riil (lokal ataupun asing) yang menggunakan sistem konsinyasi dalam praktik dunia usaha! Berdasarkan salah satu contoh tersebut (lampirkan data faktual perusahaannya), buatlah contoh transaksi usaha yang terjadi dalam bentuk konsinyasi tersebut baik dari sisi consignor dan consignee secara komprehensif dari sisi pencatatan akuntansinya, dan buatlah analisa membangun yang dapat anda berikan bagi consignor dan consignee atas contoh transaksi tersebut!

 

JAWAB:

 

A. Contoh Bisnis Konsinyasi, Diantaranya:

  1. PT Carrefour
  2. PT Pongs Indonesia
  3. PT Ace Hardware Indonesia, Tbk

 

B. Data Faktual Satu dari Beberapa Perusahaan Konsinyasi:

 

ACE Hardware Indonesia

 

Didirikan pada tahun 1995 sebagai anak perusahaan dari PT. Kawan Lama Sejahtera (pusat perlengkapan teknik dan industri di Indonesia). PT. Ace Hardware Indonesia, Tbk. ialah pemegang lisensi tunggal ACE Hardware di negeri ini, yang ditunjuk secara langsung oleh ACE Hardware Corporation, Amerika. Adapun kantor pusat ACE berada di Gedung Kawan Lama, Lt.5, Jalan Puri Kencana No. 1, Meruya Kembangan – Jakarta 11610.
Saat ini ACE adalah Pionir dan Pusat Perlengkapan Rumah & Gaya Hidup Terlengkap, dengan 99 gerai di beraneka pusat keramaian pada kota-kota besar di Indonesia. Toko ACE menyediakan lebih dari 75.000 tipe produk berkualitas dalam kategori lengkap. Adapun macam-macam produk yang ditawarkan yaitu meliputi:

mHOME IMPROVEMENT: Hardware, Home Appliances, Cleaning Aids, Lawn and Gardenin, Lighting, Outdoor Living, Paint and Sundries, Plumbing Supplies and Fixtures, Electrical, Tools, Miscellaneous.

mLIFESTYLE: Automotive, Furniture, Houseware and Gift, Sporting Goods and Pet Supplies, HORECABA (Hotel, Restaurant, Cafe, Bakery) Supplies.
ACE mempunyai komitmen dalam memberikan kepuasan pelanggan secara maksimal Hal itu dibuktikan dengan penganugerahan Quality Management System ISO 9001-2000 Certificate. Tahun 2011 ACE juga menerima SERVICE QUALITY GOLDEN AWARD 2011 dalam kategori Modern Home Builder & Retailer, dari SERVICE EXCELLENCE Magazine (Grup Majalah Marketing) & Carre – Center for Customer Satisfaction & Loyalty (Carre – CCSL).

ACE berusaha untuk menjadi pemimpin dalam konsep “Do-It-Yourself” (kerjakan secara mandiri). Artinya, ACE tak hanya menyediakan produk, namun juga pengetahuan yang diperlukan dalam memasang, mengoperasikan, serta memelihara produk tersebut dengan tepat agar didapat nilai manfaat maksimal.

 

Sementara konsep “The Helpful Place” menjadi jawaban dari beraneka kebutuhan yang jamak ditemui pelanggan sehari-hari. Selain melalui koleksi lengkap produk, ACE terus berinovasi dalam memberikan layanan terbaik, dari presales hingga aftersales. Diantaranya Free Delivery Service, Free Installation, 10 Days Return Policy, Price Guarantee. ACE menawarkan bukan sekedar transaksi jual beli barang secara konvensional, namun lebih dari itu, pengalaman berbelanja yang memberi nilai lebih (rewarding shopping experience).

Visi
Menjadi pusat ritel perlengkapan rumah dan gaya hidup yang terdepan di Indonesia.

Misi
Menawarkan ragam produk berkualitas tinggi dengan harga kompetitif, ditunjang pelayanan pelanggan oleh tim profesional.
Budaya Perusahaan

Dibangun berlandaskan kesuksesan panjang dalam bidang ritel (konsinyasi), ACE Hardware Indonesia (dikenal juga dengan sebutan AHI) telah menciptakan budaya yang disesuaikan dengan kebutuhan para personil perusahaan, produk dan area kerja, serta filosofi layanan profesional yang ada. Itu adalah empat intisari ACE yang telah membentuk pondasi untuk kami tumbuh dan berkembang pesat.

Berikut beberapa gerai ACE Hardware Indonesia:

# ACE HARDWARE – Balekota di Mall Balekota Lt. 1

# ACE HARDWARE – Banjarmasin di Jl. A Yani Km 6,4 No.18/19

# ACE HARDWARE – Binjai Sumatera Utara di Gedung ACE – INFORMA

# ACE HARDWARE – Bintaro di Gedung ACE-INFORM

# ACE HARDWARE – Bogor di Jl. Padjajaran No. 19 A

# ACE HARDWARE – Bona Indah di BONA INDAH

# ACE HARDWARE – Cawang di RUKO CAWANG

#ACE HARDWARE – Cempaka Putih di Gedung C-One Plaza Lt 1 – 2

 

Pemegang Saham Lembar Saham Persentase
PT Kawan Lama Sejahtera  10,284,900,000 59.97%
Kuncoro Wibowo  100,000 0.00%
Masyarakat (kurang dari 5%)  6,865,000,000 40.03%
Total 100.00%

 

Berikut merupakan beberapa data perusahaan partner dan konsinyi ACE Hardware, yaitu:

 

Nama Perusahaan
PT Pasaraya Tosersajaya

PT Mitra Adiperkasa Tbk

PT Prada Tata Indah

PT Indo Motor Lestari

PT Modern Putra Indonesia

PT ISS Indonesia

PT Sari Coffee Indonesia

PT DOM Pizza Indonesia

PT Tozy Bangun Sentosa

PT Bandung Braga Indah

PT Nusa Cipta Pratama

PT Lion Super Indo

PT Bumi Serpong Damai

PT Puncak Mustika Bersama

PT Andalusia Andrawina

PT Menteng Heritage Realty

PT Rekso Nasional Food

PT Multi Flashindo Karisma

PT Panen Lestari Internusa

PT Multirasa Nusantara

PT Grahawita Santika

PT Aloita Prima

TPK Samarinda

PT Sarijati Adhitama

PT Jakarta Propertindo

PT Midi Utama Indonesia TbkContoh Transaksi Usaha dalam Bentuk Konsinyasi

 

C.  Contoh Transaksi Usaha dalam Bentuk Konsinyasi

 

Pada bulan Januari 2012, PT Mitra Adiperkasa Tbk  yang merupakan perusahaan yang berusaha di bidang perdagangan Pusat Perlengkapan Rumah, mengadakan kerjasama dalam bentuk perjanjian konsinyasi dengan PT. Ace Hardware Indonesia, Tbk dalam menjual laampu LED Krisbow. Menurut perjanjian bersama adalah sebagai berikut:

  1. Kepada PT Mitra Adiperkasa Tbk diberi komisi 20% dari hasil penjualan.
  2. Setiap biaya konsinyasi diganti oleh konsinyor.
  3. Harga jual ditetapkan sebesar Rp 450.000 untuk setiap unit furniture berupa meja belajar.

Transaksi-transaksi yang terjadi selama bulan Januari 2012 adalah sebagai berikut:

  1. Pengirimaan barang komisi kepada PT Mitra Adiperkasa sebanyak 60 unit LED Krisbow untuk dijual dengan harga @ Rp 450.000,00
  2. Dijual 250 unit LED Krisbow dengan harga @ Rp 450.000,00. Komisi penjualan 20%.
  3. Dibayar biaya-biaya pengangkutan oleh konsinyi sebesar Rp 250.000,00
  4. HPP sebesar Rp 80.000.000

 

Diminta:

Buat jurnal transaksi yang diperlukan dengan pencatatan penjualan konsinyasi dilakukan secara terpisah.

 

Jawab:

 

Pencatatan Oleh PT Ace Hardware Indonesia (Konsinyor)

v  Pengiriman 250 unit LED Krisbow kepada PT Mitra Adiperkasa harga pokok Rp 80.000.000 adalah:

Konsinyasi Keluar – PT Mitra Adiperkasa           Rp 80.000.000

Kiriman Barang Konsinyasi                                                    Rp 80.000.000

 

v  Dibayar biaya pengangkutan sebesar Rp 1.500.000

Konsinyasi Keluar – PT Mitra Adiperkasa           Rp  250.000

Kas                                                                                          Rp 250.000

 

v  Diterima uang sebesar Rp 89.750.000 dari PT Mitra Adiperkasa sebagai penyelesaian atas penjualan 250 unit LED Krisbow.

Kas                                                                                   Rp 89.7500.000

Penjualan Konsinyasi                                                             Rp 89.7500.000

 

Pencatatan Oleh PT Mitra Adiperkasa (Konsinyi)

v  Pengiriman 250 unit LED Krisbow kepada PT Mitra Adiperkasa harga pokok Rp 80.000.000 adalah:

Memoradum. Diterima 250 unit LED Krisbow dari PT. Ace Hardware Indonesia untuk dijual Rp 450.000 per unit. Komisi 20%. Biaya pengangkutan diganti.

 

v  Dibayar biaya pengangkutan sebesar Rp 1.500.000

Konsinyasi Masuk                                                Rp  250.000

Kas                                                                                          Rp 250.000

 

v  Penjualan 250 unit LED Krisbow @ Rp 450.000. Perhitungan dengan konsinyor Rp 112.500.000 dikurangi komisi 20% (20% x Rp 112.500.000 =    Rp 22.500.000).

Kas                                                                                   Rp 112.500.000

Konsinyasi Masuk –  PT. Ace Hardware Indonesia            Rp 112.500.000

 

v  Dibebankan komisi penjualan Rp 22.500.00 (komisi 20%)

Konsinyasi Masuk-  PT. Ace Hardware Indonesia          Rp  22.500.000

Komisi Penjualan Konsinyasi                                                 Rp   22.500.000

 

v  Dikirimkan penyelesaian konsinyasi beserta akun penjualan oleh konsinyi:

Konsinyasi Masuk-  PT. Ace Hardware Indonesia          Rp  89.750.000

Kas                                                                                          Rp 89.750.000

PT Mitra Adiperkasa

Jakarta

Akun Penjualan No. 20
Penjualan untuk perhitungan PT. Ace Hardware Indonesia

Akun Penjualan 250 unit LED Krisbow

31 Mei 2014
Tanggal Penjelasan Jumlah
2 Mei 2014 Dijual : 250 unit LED @ Rp 450.000

Beban : Pengangkutan masuk

Komisi (20% dari penjualan)

Saldo

Cek Terlampir

Saldo terutang

 

Rp (     250.000)

(22.500.000)

Rp  112.500.000

 

(22.750.000)

Rp    89.750.000

89.750.000

Nihil

 

D. Analisa Atas Transaksi Konsinyasi

 

Bagi Konsinyor

Dengan adanya konsinyasi, perusahaan selaku konsinyor dapat memperluas usahanya. Konsinyor dapat dengan mudah memasarkan produknya sehingga produk tersebut dikenal oleh masyarakat. Selain itu dengan adanya konsinyasi, biaya operasional bisa sedikit berkurang, yaitu seperti biaya buka kantor cabang, biaya promosi melalui majalah bisnis, biaya penjualan seperti sales promotion, biaya gaji karyawan, dan sebagainya. Dan hal tersebut bepengaruh pada meningkatnya penjualan usaha dan rendahnya Harga Pokok Produksi (HPP). Pada akhirnya, perusahaan konsinyor mendapatkan laba usaha yang lebih besar dengan penggunaan sistem konsinyasi ini. Karena itu, konsinyasi sangat cocok dilakukan bagi perusahaan yang ingin produknya cepat dikenal, pemasarannya baik, dan ingin melakukan ekspansi.

Yang harus diperhatikan oleh setiap konsinyor adalah konsinyor sebaiknya mencoba sistem pemberian otonomi kepada perusahaan konsinyi. Selama ini, konsinyasi di Indonesia jarang ada yang memberikan otonomi dalam mengatur operasional konsinyi. Biasanya, konsinyor telah mengatur segala hal yang berhubungan dengan konsinyi, seperti display produk. Apabila konsinyi diberikan otonomi untuk mengatur oprasionalnya, maka usaha konsinyasi ini akan berkembang lebih baik dan cepat daripada sebelumnya.

 

Bagi Konsinyi

Selain memudahkan pihak konsinyor, konsinyasi juga memudahkan pihak konsinyi. Pasalnya, setiap orang berhasrat untuk mendirikan usaha atau bisnis tapi terkadang terkendala dengan modal. Untuk itu, konsinyasi hadir dalam membantu orang baru yang ingin memulai suatu usaha. Selain itu, konsinyasi juga membantu perusahaan berkembang yang ingin melakukan ekspansi. Karena, konsinyasi menyediakan modal berupa barang.

Konsinyi dapat menjual berbagai jenis barang tanpa mengkhawatirkan kekurangan modal dengan adanya konsinyasi. Suatu konsinyi hanya perlu bekrjasama dengan perusahaan konsinyor untuk menjual dan memasarkan suatu produk. Hal ini sangat menguntungkan karena konsinyi tidak perlu mengeluarkan biaya besar untuk proses produksi barang. Dengan biaya yang rendah, konsinyi dapat menjual barang dengan jumlah yang sangat besar dan dengan beragam jenis produk. Sebab itu, bila Anda ingin membuka usaha tapi tidak mempunyai modal yang besar, bisnis konsinyasi ini sangat cocok diterapkan. Selain tidak mengunakan modal yang besar, konsinyasi juga bisa menarik laba tinggi dan ekpansi usaha.

 

Capture

 

SOAL 2

 

Berikan satu contoh perusahaan (yang go public di wilayah Republik ndonesia periode laporan 2012 atau 2013) yang melakukan kegiatan invesatsi dalam saham (tunjukkan posisi investasi kepada perusahaan apa dan berapa besar kepemilikannya dengan melampirkan format laporan keuangan yang sesuai atas informasi tersebut). Berdasarkan objek perusahaan yang Anda pilih, jelaskan konsekuensi transaksi pencatatan akuntansi yang harus dilakukan masing-masing pihak (investee dan investor) atas kepemilikan saham yang terjadi tersebut secara komprehensif atas laporan keuanagan yang bersangkutan.

 

Jawab

 

A. Profil Perusahaan Go Public

 

PT ASTRA INTERNATIONAL, Tbk

 

Astra pertama kali didirikan sebagai perusahaan perdagangan di sebuah ruang kecil di Jakarta pada tahun 1957. Di usia yang ke-56 tahun saat ini, Astra telah berkembang menjadi salah satu perusahaan terbesar nasional yang diperkuat dengan 189.459 orang karyawan di 178 perusahaan termasuk anak perusahaan, perusahaan asosiasi dan jointly controlled entities. Ketekunan dalam menjalin kerja sama dan kemitraan dengan berbagai perusahaan ternama di mancanegara telah mengantarkan banyak peluang bagi Astra untuk melayani berbagai aspek kehidupan masyarakat Indonesia melalui 6 bidang usahanya, yang terdiri dari: Otomotif, Jasa Keuangan, Alat Berat dan Pertambangan, Agribisnis, Infrastruktur dan Logistik dan Teknologi Informasi.

 

Filosofi Perusahaan (Catur Dharma)

m  Menjadi Milik yang Bermanfaat bagi Bangsa dan Negara

m  Memberikan Pelayanan Terbaik kepada Pelanggan

m  Menghargai Individu dan Membina Kerja Sama

m  Senantiasa Berusaha Mencapai yang Terbaik

 

Visi

m  Menjadi salah satu perusahaan dengan pengelolaan terbaik di Asia Pasifik dengan penekanan pada pertumbuhan yang berkelanjutan dengan pembangunan kompetensi melalui pengembangan sumber daya manusia, struktur keuangan yang solid, kepuasan pelanggan dan efisiensi.

m  Menjadi perusahaan yang mempunyai tanggung jawab sosial serta ramah lingkungan.

 

Misi

Sejahtera bersama bangsa dengan memberikan nilai terbaik kepada stakeholder kami.

 

Capture1

 

B. Jurnal untuk Transaksi Investasi

 

BUKU-BUKU PT ASTRA INTERNATIONAL, Tbk

 

Mencatat Kepemilikan 79,68% Saham PT Astra Agro Lestari

Investasi dalam PT Astra Agro Lestari, Tbk                   Rp 6.274.160.000

Kas                                                                                          Rp 6.274.160.000

 

Perhitungan:

Total Lembar Saham                                                   1.574.745.000

Kepemilikan (79,68% x 1.574.745.000)                     1.254.831.088

Saham per par @ Rp 500 (500 x 1.254.831.088)                              Rp 6.274.160.000

 

Lampiran 5/49 (Lap Keuangan AALI):

Pemegang saham Jumlah lembar

saham

Persentase Kepemilikan Jumlah (Rp)
PT Astra International Tbk 1.254.831.088 79,68% 6.274.160.000
Masyarakat 319.913.912 20.32% 1.599.570.000
Total 1.574.745.000 100% 7.873.730.000

 

Merupakan modal saham biasa dengan nilai nominal Rp 500 (Rupiah penuh). Modal dasar sebanyak 4.000.000.000 saham dimana modal ditempatkan dan disetor penuh sebanyak 1.574.745.000 saham.

 

Capture2

 

 

Mencatat Ekuitas dalam Laba PT Astra Agro Lestari 31 Desember 2013

Investasi dalam PT Astra Agro Lestari, Tbk                   Rp 1.435.000.000

Penghasilan dari PT Astra Agro Lestari, Tbk                         Rp 1.435.000.000

 

Perhitungan:

Total laba yang diatribusikan kepada pemilik                         Rp  1.801.397.000

Laba (79,68% x Rp 1.801.397.000)                                                                Rp  1.435.000.000

 

Lampiran 5/54 – Laba Per Saham (Lap Keuangan AALI)

  2013 2012
Laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik Perusahaan Rp     1.801.397.000 Rp    2.410.259.000
Rata-rata tertimbang jumlah saham biasa yang beredar (lembar saham) 1.574.745.000 1.574.745.000
Laba per saham dasar/dilusian (Rupiah penuh) Rp        1.143,93 Rp       1.530,57

 

C. Analisis Berkenanaan Dengan Investasi

 

Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi Halaman 11 (Lap. Keuangan ASII):

ENTITAS ANAK

AGRIBISNIS

 

Dimulainya

kegiatan

komersial

Persentase

kepemilikan efektif

Jumlah aset

(sebelum eliminasi)

2013 2012 2013 2012
PT Astra Agro Lestari, Tbk 1995 79.68 % 79.68 % 14,963 12,420

 

Capture2

 

Berdasarkan data di atas, dapat diketahui bahwa PT Astra International, Tbk memiliki saham PT Astra Agro Lestari, Tbk sebesar 79,68%. Kepemilikan saham tersebut sudah dikategorikan >50%. Hal ini berarti PT Astra International, Tbk (entitas induk) memiliki pengendalian atas PT Astra Agro Lestari, Tbk (entitas anak). Dan menurut PSAK 4 Revisi 2009, bila hal ini terjadi maka entitas anak akan dikonsolidasi oleh entitas induk[1].

 

PT Astra International, Tbk sebagai entitas induk atas PT Astra Agro Lestari, Tbk mempunyai hak yaitu:

  1. Kekuasaan yang melebihi hak suara sesuai dengan perjanjian dengan investor lain.
  2. Kekuasaan yang mengatur kebijakan keuangan dan opersional PT Astra Agro Lestari, Tbk berdasarkan anggaran dasar.
  3. Kekuasaan untuk menunjuk atau mengganti sebagian besar dewan direksi dan dewan komisaris.
  4. Kekuasaan untuk memberikan suara mayoritas pada rapat dewan direksi dan komisaris dan mngendalikan PT Astra Agro Lestari, Tbk.

 

Kepemilikan saham > 50% juga merupakan investasi jangka panjang. Dalam hal ini, laporan keuangan yang disusun oleh PT Astra International, Tbk memakai metode ekuitas. Dengan metode ekuitas, investasi dicatat berdasarkan biaya perolehan dan disesuaikan terhadap laba (earnings), kerugian (losses), dan dividen.

 

 

SOAL 3

 

Berikan informasi terinci mengenai merger (penggabungan usaha) dan akuisisi yang terjadi dalam dunia bisnis pada kurun waktu 5 tahun terakhir (dalam rangkuman tabel yang berisi info terkait pelaku bisnisnya baik subjek dan objeknya, kapan terjadinya, bagaimana cara penggabungan (membeli tunai atau mengeluarkan saham), industri apa, motifnya, dan fakta terbaru akibat merger tersebut.

Berdasarkan infomasi olahan tersebut, pilihlah satu transaksi dari merger dan akuisisi yang terjadi tersebut lampirkan data dan faktanya) untuk kemudian Anda jelaskan analisa dari sisi proyeksi ke depan (5 tahun mendatang) atas merger dan akuisisi tersebut. Dengan data yang ada (jika perlu silahkan tambah ilustrasi yang diperlukan sesuai kebutuhan menurut versi Anda), kembangkan transaksi pencatatan akuntansi pada saat merger dan akuisisi tersebut!

 

JAWAB

 

A. Informasi Mengenai Perusahaan Yang Melalukan Merger & Akuisisi

 

No Pelaku Waktu Cara merger Industri Motif Fakta
Subjek Objek
PT. XL Axiata PT. Axis Telekom 19 Maret 2014 Membeli secara tunai Telekomunikasi

– AKUISISI

 

Menyelamatkan Axis dari kebangkrutan, mendorong industri lebih sehat, menyelamatkan pemasukan negara (Axis tak bisa bayar BPH Frekuensi), meringankan biaya operasional dan modal belanja XL. laba bersih PT. XL diproyeksikan bisa mencapai Rp 3,5 triliun, pelanggan axis menjadi pelanggan XL, karyawan axis dipekerjan XL sesuai dengan kebutuhan, segmen pasar & tarif axis masih sama yaitu segmen pasar adalah kalangan anak muda & tarif tetap terjangkau.
2. Mitsui-Soko Express Co. Ltd. TAS Express Co., Ltd 1 Juli 2012 Membeli tunai Ekspedisi atau kargo –

MERGER

Microsoft Nokia 25 April 2014 Tunai dan saham Teknologi Integrasi dengan nokia untuk bertarung dengan kompetitor besar seperti Apple, Ekspansi perusahaan. Pelanggan nokia tetap mendapat dukungan teknis dan layanan, Microsoft menjadi produsen ponsel besar, Grup Nokia  akan melanjutkan hidup sebagai perusahaan yang berkonsentrasi di tiga area bisnis: layanan peta digital dan lokasi, pengembangan teknologi dan lisensi paten, serta infrastruktur jaringan dan layanan telekomunikasi (Nokia Solutions and Networks). Nokia tidak membuat ponsel lagi.
PT Trans Retail PT Carrefour Indonesia 19 Novem-ber 2012 tunai perdagangan Expansi perusahaan Trans masih menggunakan brand “Carefour” untuk 5 tahun ke depan dan perlahan akan mengganti dengan nama Trans Carefour

 

B. Analisa Terhadap Kasus Merger untuk Proyeksi 5 Tahun Mendatang (PT. XL axiata dengan PT. Axis Telekom)

 

Pendahuluan

 

Merger (penggabungan usaha) adalah ekspansi keluar dengan tujuan meningkatkan kemampuan perolehan laba (profitabilitas) melalui efisiensi operasional. Konsep penggabungan usaha ini telah termaktub pada PSAK No. 22 yang efektif sejak tanggal 1 Januari 1995. Konsep serupa juga terdapat di Amerika Serikat yaitu pada APB Opinion No.16 efektif 1 November 1970 kemudian FAS 141 efktif Juli 2010. Dan pada tahun 2004, IASB memperkenalkan penggabungan usaha dengan IFRS 3 (Willey,2007:399-450)[1]. Penggabungan usaha terjadi apabila dua perusahaan (atau lebih) bergabung dengan mempertahankan salah satu perusahaannya sebagai perusahaan penerus.

 

Sedangkan akuisisi (pengambilalihan usaha) merupakan pengambilalihan kepemilikan atau kendali operasional suatu perusahaan[1].

 

Merger dan akuisisi merupakan perluasan bisnis yang dilakukan oleh sejumlah perusahaan dengan beberapa faktor, yaitu:

  1. Kuanitas bahan baku yang dibeli perusahaan kecil relatif lebih sediki sehingga haga belinya mahal. Akibatnya harga jual produk lebih mahal.
  2. Keinginan untuk bersaing dengan produk impor dan komptetitor yang lebih besar.
  3. Keinginan untuk menguasai mata rantai (bahan baku, produksi, pemasaran) dari satu atau beberapa jenis produk.
  4. Untuk menggunakan teknologi baru yang lebih efisen dan efektif[2]

 

Merger dan akuisisi saat ini sangat marak dilakukan oleh beberapa perusahaan, baik itu dalam skala nasional maupun internasional. Hal itu karena Merger dan Akuisisi (M&A) merupakan senjata paling strategis bagi manajemen suatu perusahaan untuk mencapai efisiensi yaitu dengan memanfaatkan sinergi dan opportunity untuk tumbuh. Selama 5 tahun terakhir, Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) telah menyetujui merger dan akuisisi sebanyak 154 pasang perusahaan.

 

Akusisi PT XL Axiata dan PT Axis Telekom

 

Tercatat pada tanggal 19 Maret 2014, PT XL Axiata dan PT Axis Telekom resmi menjadi satu bagian dari beberapa perusahaan yang melakukan penggabungan usaha. Bentuk penggabungan usaha kedua perusahaan tersebut adalah akuisisi (pengambilalihan kepemilikan). Pasalnya pada tanggal 1 Agutustus 2013, PT XL Axiata dan PT Axis Telekom telah mengajukan izin untuk melakukan merger kepada KPPU.

 

Menteri Komunikasi dan Informatika Tifatul Sembiring mengatakan, Axis kini terancam bangkrut dan tidak mampu membayar Biaya Hak Penggunaan (BHP) sewa frekuensi tahun ini sekitar Rp 1 triliun kepada pemerintah. Dua tahun terakhir, Axis melaporkan kerugian sekitar Rp 2,3 triliun per tahun. Di sisi lain, Axis tetap harus mengeluarkan belanja modal dan biaya operasional yang cukup tinggi. Sejumlah praktisi dan ahli telekomunikasi menilai merger dan akuisisi merupakan solusi tepat untuk menyelamatkan PT Axis Telekom Indonesia (Axis) yang saat ini di ambang kebangkrutan. Karena bila tak ada penyelamatan, Axis kemungkinan tidak akan mampu membayar Bea Hak Penggunaan (BHP) Frekuensi kepada pemerintah.

 

Pada Rabu (19/3/2014) XL Axiata telah menyelesaikan pembayaran untuk mengakuisisi Axis Telekom Indonesia sebesar 865 juta dollar AS. Penandatangan tersebut dilakuakn di kantor pusat XL di Menara Prima, Mega Kuningan, Jakarta. Dengan ini, XL resmi mengakusisi Axis Telekom Indonesia dan menjadi pemegang saham mayoritas di perusahaan tersebut.

Untuk memenuhi pembayaran tersebut, XL mendapat pinjaman dari induk perusahaannya, Axiata asal Malaysia, sebesar 500 juta dollar AS. Sisanya diperoleh XL dari pinjaman tiga lembaga keuangan, yakni UOB, Bank of Tokyo-Mitsubishi, dan Bank DBS.

Rencana XL untuk mengakuisisi Axis diumumkan pada September 2013. Regulator pertama yang memberi restu akuisisi tersebut adalah Kementerian Komunikasi dan Informatika pada Desember 2013. Selanjutnya, XL juga mendapat restu dari pemegang saham, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bursa Efek Indonesia (BEI), Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), dan terakhir mendapat persetujuan dari Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) untuk rencana akuisisi dan merger pada 10 Maret 2014.

 

Analisis:

 

Terjadinya akuisisi antara XL dan Axis menyebabkan XL dapat lebih mudah melakukan ekspansi usahanya. Saat ini, kepemilikan PT Axis Telekom telah resmi dipegang oleh PT XL Axiata. Dalam hal ini, Axis menerima lamaran akuisisi dari XL disebabkan oleh keuangan Axis yang semakin merosot. Bahkan, Axis akan terancam bangkrut apabila kondisi tersebut terus dibiarkan. Dengan kata lain, melalui akuisisi yang dilakukan oleh PT XL Axiata, maka PT Axis Telekom mendapatkan sebuah untung yaitu berupa terbebas dari ancaman kebangkrutan dan kegiatan operasional usahanya terselamatkan.

 

Dengan meleburnya XL dengan Axis, maka seluruh aktiva dan modal yang dimiliki oleh Axis menjadi hak XL. Tapi di sisi lain, XL juga harus menanggung semua hutang dan beban operasional dan kerugian uasaha yang ditanggung oleh Axis. Pada kondisi kirisis tersebut, Axis menanggung hutang dan kerugian sebesar 3,3 triliun. Artinya, XL harus mengeluarkan dana sebesar 13,1 triliun. Dana tersebut meliputi dana pengakuisisian Axis sebesar 9,9 triliun (865 juta dollar AS) dan pembayaran hutang dan kerugian Axis sebesar 3,3 triliun.

 

Selain itu, akibat peleburan XL dan Axis ini, Menteri Kominfo Tifatul Sembiring mewajibkan XL untuk mengembalikan frekuensi seluas 10 MHz di spektrum 2.100 MHz (3G). Frekuensi yang ditarik itu adalah blok 8 milik XL atau frekuensi 1975-1980 MHz yang berpasangan dengan 2165-2170 MHz, dan blok 12 milik Axis atau frekuensi 1955-1960 MHz yang berpasangan dengan 2145 – 2150 MHz. Ini berarti XL akan memiliki alokasi frekuensi seluas 15 MHz di spektrum 2.100 MHz dan 22,5 MHz di spektrum 1.800 MHz.

Sementara itu, frekuensi seluas 10 MHz di spektrum 2.100 MHz yang dikembalikan XL tersebut akan dilelang lagi kepada operator telekomunikasi yang berminat. Tidak menutup kemungkinan XL akan ikut lelang tersebut demi mendapatkan tambahan frekuensi 3G.

 

Peleburan XL dengan Axis menyebabkan meningkatnya jumlah pelanggan kedua belah operator. Pra-akuisisi, Axis mempunyai pelanggan di kalangan anak muda,baik itu pelajar, mahasiswa, ataupun pekerja muda. Sedangkan target pasar XL lebih mengarah kepada masyarakat kalangan umum, misalnya ibu rumah tangga dan karyawan tingkat menengah. Maka dengan akuisisi ini, pelanggan XL akan meningkat. Berdasarkan perhitungan ahli telekomunikasi, pelanggan XL akan meningkat menjadi 65 juta orang. Artinya, setelah akuisisi, XL dapat menguasai pangsa pasar sebesar 21%.

 

Namun hal ini tidak menjadikan XL sebagai pihak yang dapat memonopoli pasar, karena jumlah total pelanggan XL tersebut masih berada di bawah pangsa pasar operator lain. Pangsa pasar XL masih kalah bila dibandingkan dengan pasar operator Telkomsel yang mencapai 131,5 juta pelanggan. Namun, jumlah pelanggan XL-Axis dapat melampaui Indosat yang memiliki 59,6 juta pelanggan.

 

Berdasarkan analisa saya, XL-Axis dapat menggunguli operator lain dalam 5 tahun mendatang. Hal itu karena, saat ini pelanggan XL-Axis telah melampui pelanggan indosat. Meskipun pelanggan XL-Axis saat ini kalah dengan pelanggan Telkomsel, ketertinggalan ini masih dapat dikejar dalam 5 tahun mendatang. Pasalnya, XL-Axis akan tetap menawarkan produk yang terjangkau, meningkatkan kualitas layanan, dan memperluas pasar saat ini.

 

Harga terjangkau yang dimiliki Axis (pra-akuisisi) akan dianjutkan oleh XL. Dengan terjangkaunya harga tersebut, XL-Axis dapat menarik pelanggan lebih banyak lagi. Selain itu, pelanggan akan terus meningkat apabila kualitas layanan XL-Axis semakin baik. Komplain yang sering diajukan oleh para pelanggan Axis (pra-akusisi) adalah permasalahan sinyal. Sedangkan kelebihan Axis (pra-akuisisi) adalah harga yang terjangkau. Apabila XL-Axis melihat kelebihan Axis (pra-akuisisi) dan memperbaiki kelemahan Axis (pra-akuisisi), maka bukan tidak mungkin pelanggan XL-Axis akan bertambah.

Yang pada awalnya, Axis hanya populer di kalangan pelajar dan mahasiswa, dengan perbaikan layanan ini, pelangganXL-Axis akan menyerap dari berbagai kalangan. Dan dengan jumlah pelanggan yang diprediksikan akan meningkat, maka adalah hal yang mungkin apabila pangsa pasar XL-Axis akan melebihi pangsa pasar operator lain, termasuk telkomsel. Selain itu, seiring dengan bertambahnya jumlah pelanggan, hasil pendapatan dan laba usaha XL-Axis juga akan bertambah. Melihat hal ini, PT XL Axiata akan mendapatkan break event point atau titik impas untuk biaya yang telah dikeluarkan untuk akuisisi dalam 5 tahun mendatang.

 

C. Ilustrasi Transaksi Pencatatan Akuntansi Berkenaan Dengan Proses Akuisisi

 

Pertanyaan:

PT. XL Axiata menerbitkan 500.000 lembar saham Rp 1.000 par dengan nilai wajar Rp 620.000.000 untuk memperoleh seluruh saham berhak suara PT. Axis Telekom. PT. XL Axiata juga membayar biaya legalisasi penggabungan usaha Rp 3.500.000, biaya registrasi Bappepam termasuk akuntansi dan legalisasi Rp 2.000.000, biaya pencetakan dan penerbitan sertifikat saham baru Rp 1.500.000 serta biaya tidak langsung penggabungan termasuk overhead dan gaji eksekutif Rp 1.000.000.

Menjelang penggabungan, asset dan ekuitas PT. Axis Telekom adalah sebagai berikut :

Keterangan Nilai Buku Nilai Wajar
Aset Lancar Rp         350.000.000 Rp         370.000.000
Aset Tetap Rp         500.000.000 Rp         460.000.000
Kewajiban Rp         125.000.000 Rp         125.000.000
Saham Biasa Rp         400.000.000
Saldo Laba Rp           85.000.000

 

Jawab:

 

1. Mencatat penerbitan 500.000 lembar saham

Investasi dalam  PT. Axis Telekom                     Rp 620.000.000

Saham biasa Rp 1.000 par                                               Rp 500.000.000

Tambahan modal setor                                                    Rp 120.000.000

 

2. Mencatat biaya penggabungan usaha

Investasi dalam PT. Axis Telekom                                  Rp 3.500.000

Tambahan modal setor                                                     Rp 3.500.000

Beban penggabungan usaha                                             Rp 1.000.000

Aset lainnya                                                                                Rp 8.000.000

 

3. Mencatat alokasi biaya ke asset identifiable berdasarkan nilai wajar

Aset lancar                                               Rp 370.000.000

Aset tetap                                                 Rp 376.000.000

Kewajiban                                                           Rp 125.000.000

Investasi dalam TEJO                                         Rp 621.000.000

 

Perhitungan :

  1. Harga investasi (Rp 620.000.000+Rp 1.000.000 biaya penggabungan)    Rp 621.000.000
  2. Ekuitas yang diperoleh (Rp 370 juta+Rp 460 juta-Rp 125 juta)               Rp 705.000.000
  3. Goodwill negatif                                                                                        Rp   84.000.000
  4. Aset tetap pada nilai wajar                                                                         Rp  460.000.000
  5. Kurangi :Goodwill negatif                                                                         (Rp   84.000.000)

Rp  376.000.000

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Buku Referensi:

Zebua, Fahuwu. Akuntansi Keuangan Lanjutan Edisi 2. Jakarta: Mitra Wacana Media

Meyaka, Arya. 2008. Bagaimana Mendirikan & Megelola Bisnis Secara Baik dan Aman. Yogyakarta: Kanisius

M.Fuad, dkk.2000. Pengantar Bisnis. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, 2000

Gunadi. 2000. Akuntansi Pajak – Sesuai Dengan Undang-Undang Pajak Baru. Jakarta: Grasindo

 

Internet:

Diakses tanggal 1 juni 2014:

http://www.kppu.go.id/id/2014/03/kppu-menyetujui-akuisisi-saham-pt-axis-telekom-indonesia-oleh-pt-xl-axiata-tbk/

http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2014/02/28/1022497/Dirut.Axis.Perusahaan.Sudah.Sulit.untuk.Bertahan

http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2014/02/17/1344015/Merger.dan.Akuisisi.Selamatkan.Axis

http://tekno.kompas.com/read/2014/03/22/0747219/Dibeli.XL.Tarif.Internet.Axis.Jadi.Mahal.

http://tekno.kompas.com/read/2014/03/21/0806430/Semua.Pelanggan.Axis.Akan.Jadi.Pelanggan.XL

http://tekno.kompas.com/read/2014/03/21/1024424/Dicaplok.XL.Bagaimana.Nasib.Karyawan.Axis.

http://www.beritasatu.com/ekonomi/119727-kppu-menyetujui-merger-mitsui-dengan-tas-express.html

http://tekno.kompas.com/read/2014/04/21/1541501/Microsoft.Sudah.Punya.Nama.Baru.untuk.Nokia

http://tekno.kompas.com/read/2014/04/26/0819415/Nokia.Resmi.Tak.Buat.Ponsel.Lagi.

 

Diakses tanggal 2 Juni 2014:

http://www.kppu.go.id/id/wpcontent/uploads/2013/10/PendapatKPPU_Carrefour_Trans_PublikVer_09102013.pdf

http://www.republika.co.id/berita/ekonomi/bisnis/12/11/20/mdsa0s-diakuisisi-carrefour-segera-berubah-jadi-trans-carrefour

http://www.republika.co.id/berita/ekonomi/ritel/12/11/20/mdsoep-trans-retail-kuasai-100-persen-saham-carrefour-indonesia

Profil PT Astra International, Tbk pada http://www.astra.co.id/index.php/profile/detail/2

Format laporan keuangan PT Astra International, Tbk pada http://www.idx.co.id/Portals/0/StaticData/ListedCompanies/Corporate_Actions/New_Info_JSX/Jenis_Informasi/01_Laporan_Keuangan/02_Soft_Copy_Laporan_Keuangan/Laporan%20Keuangan%20Tahun%202013/Audit/ASII/ASII_LKT_Des_2013.pdf

 

___________

Catatan kaki:

[1] Arya Meyaka, Bagaimana Mendirikan & Megelola Bisnis Secara Baik dan Aman, (Yogyakarta: Kanisius, 2008) h.147

[2] M.Fuad, dkk, Pengantar Bisnis, (Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, 2000), h. 78

[1] Fahuwu Zebua, Akuntansi Keuangan Lanjutan Edisi 2, (Jakarta: Mitra Wacana Media) h.129

[1] Gunadi, Akuntansi Pajak – Sesuai Dengan Undang-Undang Pajak Baru, (Jakarta: Grasindo, 2000), h. 76

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s