MENJALIN HUBUNGAN TERBAIK DENGAN ALLAH SUBHAANA WA TA’ALA

441

Pemateri       : Syaikh Sa’ad bin Nashir Asy Syatsri

Penterjemah            : Ustadz Firanda Andirja

Tabligh Akbar @Masjid Istiqlal, Ahad 23 Juni 2013-06-24

 

Betapa banyak nikmat yang Allah berikan kepada kita hamba-NYA. Nikmat tersebut berupa nikmat keimanan, nikmat kesehatan, nikmat hidayah, dan nikmat serta anugerah yang lain.

Allah Subhaana Wa Ta’ala berfirman, “Jika kalian menghitung nikmat Allah, maka kau tidak dapat menghitungnya” (Q.S Ibrahim : 34)

Diantara sebab-sebab untuk memperbaiki hubungan dengan Allah Subhaana Wa Ta’ala, yaitu sebagai berikut:

1.     Mengingat bahwa kita akan kembali kepada Allah Subhaana Wa Ta’ala

Allah Subhaana Wa Ta’ala berfirman,

فَاسْتَبِقُوا الْخَيْرَاتِ إِلَى اللَّهِ مَرْجِعُكُمْ جَمِيعًا

Maka berlomba-lombalah berbuat kebajikanSesungguhnya kepada Allah-lah tempat kalian semua kembali.” (QS. Al Ma’idah: 48)

Dalam surat lain, Allah juga menyatakan (yang artinya), “Sembahlah Allah dan janganlah kalian mempersekutukan-NYA dengan sesuatu apapun”. (QS. An-Nisaa:36)

Firman-NYA yang lain, “Kemudian kalian akan dikembalikan kepada Dzat Yang Maha Mengetahui apa yang tersembunyi dan apa yang nampak, kemudian Allah Ta’ala akan memberitahukan kepada kalian setiap amalan yang dahulu kalian pernah kerjakan”. (QS. Al-Jumu’ah : 8)

Karena setiap amalan akan dihisab dan ditimbang dan pada akhirnya kita akan kembali kepada Allah. Karena itu, untuk mempersiapkan ganjaran dan tempat terbaik di sisi Allah adalah dengan cara memperbaiki hubungan kita dengan Allah Subhaana Wa Ta’ala.

2.     Segala yang terjadi di dunia ini adalah atas kehendak Allah.

Yang perlu diingat adalah bahwa setiap kehendak Allah Subhaana Wa Ta’ala tidak ada yang bisa menentang serta mengubahnya.

Allah Subhaana Wa Ta’ala berfirman, “Sesungguhnya perintah-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu hanyalah berkata kepadanya: “Jadilah!” maka terjadilah ia”. (QS. Yasiin : 82)

Allah juga berfirman, “Tidak ada sesuatu musibahpun yang menimpa seseorang kecuali dengan izin Allah; Dan barangsiapa yang beriman kepada Allah, niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada hatinya. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.” (QS. Athaghobun : 11).

Firman-NYA yang lain, “Jika Allah mengehendaki keburukan, maka tidak ada yang bisa mencegahnya. Dan jika Allah mengehendaki suatu kebaikan, maka tidak ada yang bisa mencegahnya pula”.

3.     Mengetahui kondisi manusia dan orang-orang terdahulu.

Betapa banyak ummat terdahulu yang dibinasakan oleh Allah karena hubungannya yang buruk dengan Allah. Dan Allah memuliakan kaum yang punya hubungan yang baik dengan Allah.

Allah berfirman mengenai keadaan Fir’aun dan kaumnya yang durhaka kepada Allah,

النَّارُ يُعْرَضُونَ عَلَيْهَا غُدُوًّا وَعَشِيًّا وَيَوْمَ تَقُومُ السَّاعَةُ أَدْخِلُوا آَلَ فِرْعَوْنَ أَشَدَّ الْعَذَابِ

Kepada mereka dinampakkan neraka pada pagi dan petang, serta pada hari terjadinya Kiamat. (Dikatakan kepada malaikat): “Masukkanlah Fir`aun dan kaumnya ke dalam adzab yang sangat keras”. (Al-Mukmin (Ghafir): 46)”.

Allah juga berfirman, “Dan (penduduk) negeri itu telah KAMI binasakan ketika mereka berbuat dzalim, dan telah Kami tetapkan waktu tertentu bagi kebinasaan mereka” (QS. Al-Kahfi : 59)

Sebagai contoh, ada negeri yang tadinya lemah, tapi karena hubungan penduduk negeri tersebut yang baik dengan Allah, maka Allah memajukan dan mensejahterakan negeri tersebut. Oleh karena itu, apabila kita mengehendaki kebaikan menimpa kita, hendaknya kita memperbaiki hubungan kita dengan Allah Subhaana Wa Ta’ala.

4.     Agar Allah Subhaana Wa Ta’ala memberi rezeki kepada kita.

Firman Allah, “Wahai manusia, ingatlah nikmat Allah kepada kalian:.

Allah Subhaana Wa Ta’ala juga berfirman, “Allah memberi rezeki kepada siapa saja yang DIA kehendaki” (QS. Al-Imran : 37)

Firman-NYA yang lain,

وَمَا مِنْ دَابَّةٍ فِي الأرض إِلا عَلَى الله رِزْقُهَا وَيَعْلَمُ مُسْتَقَرَّهَا وَمُسْتَوْدَعَهَا كُلٌّ فِي كِتَابٍ مُبِينٍ

Dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezekinya, dan Dia mengetahui tempat berdiam binatang itu dan tempat penyimpanannya. Semuanya tertulis dalam kitab yang nyata (Al Lauh Al Mahfuz).” (QS. Huud: 6).

5.     Kita diciptakan untuk beribada kepada Allah.

Allah Subhaana Wa Ta’ala berfirman, “Katakanlah bahwa sesungguhnya sholatku, sembelihanku, hidupku, dan matiku hanya untuk Allah Subhaana Wa Ta’ala” (QS. Al-An’am : 162)

Firman lain, “Sesungguhnya Allah menciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepada-NYA” (QS. Adz-Dzariyat : 56)

Adapun cara untuk memperindah hubungan baik dengan Allah Subhaana Wa Ta’ala, adalah sebagai berikut:

1.     Menjaga sholat.

Karena sholat merupakan pintu untuk bermunajat kepada Allah.

Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Jika salah satu dari kalian sholat, maka sesungguhnya dia sedang bermunajat kepada Allah…”

Allah juga berfirman, “Sholat mencegah perbuatan keji dan munkar” (QS. Al-Ankabut : 45)

Sholat juga merupakan penyejuk pandangan. Hal ini sabda Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam dalam hadits riwayat imam Ahmad dan an-Nasa-i, dari Anas bin Malik  Radhiallahu’anhu bahwa Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda: “Allah menjadikan qurratul ‘ain (penyejuk/penghibur hati) bagiku pada (waktu aku melaksanakan) shalat” (HR Ahmad (3/128) dan an-Nasa-i (7/61), dinyatakan shahih oleh syaikh al-Albani.

Oleh karena itu, dengan kita menjaga sholat kita maka itu artinya kita sedang berusaha untuk menjaga hubungan baik dengan Allah Subhaana Wa Ta’ala.

2.     Banyak berdo’a dalam segala kondisi.

Allah Subhana Wa Ta’ala berfirman,

فَاذْكُرُونِي أَذْكُرْكُمْ

Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu” (QS. Al Baqarah: 152).

Dan Allah Subhaana Wa Ta’ala mengabulkan setiap doa dari hamba-NYA. Hal ini sesuai dengan firman-NYA, yang artinya, “Berdoalah kepada-Ku niscaya akan Ku perkenankan bagimu.” (QS. Ghafir : 60)

Allah Ta’ala  juga berfirman,

وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ فَلْيَسْتَجِيبُوا لِي وَلْيُؤْمِنُوا بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ

Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang mendoa apabila ia berdoa kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu dalam kebenaran.” (QS. Al-Baqarah : 186)

3.     Sering bertaubat.

Setiap manusia pasti pernah melakukan maksiat kepada Allah Subhaana Wa Ta’ala. Oleh karena itu, hendaknya kita banyak bertaubat atas kesalahan dan dosa yang pernah kita lakukan. Sesungguhnya Allah mencintai hamba-NYA yang suka bertaubat. Hal ini sesuai dengan firman-NYA,

أَلَمْ يَعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ هُوَ يَقْبَلُ التَّوْبَةَ عَنْ عِبَادِهِ

Tidaklah mereka mengetahui, bahwasanya Allah menerima taubat dari hamba-hamba-Nya?” (QS. At Taubah: 104).

Allah Subhaana Wa Ta’ala juga berfirman (yang artinya), “Dialah (Allah) yang menerima taubat dari hamba-hamba-Nya dan memaafkan kesalahan-kesalahan. Allah Maha mengetahui apa yang kalian lakukan.” (QS. Asy-Syura [42] : 25).

Dari Anas bin Malik –radhiyallahu ‘anhu– ia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sungguh Allah lebih bahagia dengan tobat seorang hamba ketika dia bertobat dari (bahagianya) seorang diantara kalian..” (HR. Bukhari & Muslim)

Allah ta’ala juga berfirman (yang artinya), “Sesungguhnya Rabbmu adalah pemilik ampunan sekaligus pemilik siksaan yang amat pedih.” (QS. Fushshilat: 43).

4.     Banyak berdzikir.

Dzikir kepada Allah Subhaana Wa Ta’ala yaitu berupa Tasbih (Subhaanallah), Tahmid (Alhamdulillaah), Takbir (Allahu Akbar), Tahlil (Laa Ilaha Illallah), Istighfar, dan lainyya yang sesuai dengan yang dicontohkan Nabi Shalallahu ‘alaihi wa sallam. Keutamaan berdzikir ini sesuai dengan firman Allah yang berbunyi, “Karena itu, ingatlah kepada-Ku (berzikir kepada-Ku) niscaya Aku akan mengingat kalian.” (Al-Baqarah: 152)

Coba kita bayangkan betapa senangnya jika ada orang besar (penguasa, raja presiden) yang menyebut dan mengingat kita? Luar biasa senang bukan? kalau demikian bagaimana halnya bila Allah, Rabb yang Agung, yang menciptakan kita menyebut kita? Kebahagiaannya tidak dapat diungkapkan. Oleh karena itu, berdzikir merupakan cara kita untuk menjaga hubungan baik dengan Allah.

5.     Mencintai Allah dan perkara yang Allah cintai.

Barangsiapa yang mencintai Allah, maka dia akan bahagia di dunia dan akhirat. Adapun kecintaan ini, yaitu meiputi:

  • Kecintaan kepada Allah Subhaana Wa Ta’ala
  • Mencintai amalan yang dicintai Allah Subhaana Wa Ta’ala
  • Mencintai wali-wali Allah Subhaana Wa Ta’ala
  • Mencintai tersebarnya kebaikan
  • Mencintai orang-orang yang mencintai Allah

Dari Anas radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

ثَلاَثٌ مَنْ كُنَّ فِيهِ وَجَدَ حَلاَوَةَ الإِيمَانِ أَنْ يَكُونَ اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِمَّا سِوَاهُمَا ، وَأَنْ يُحِبَّ الْمَرْءَ لاَ يُحِبُّهُ إِلاَّ لِلَّهِ ، وَأَنْ يَكْرَهَ أَنْ يَعُودَ فِى الْكُفْرِ كَمَا يَكْرَهُ أَنْ يُقْذَفَ فِى النَّارِ

Tiga perkara yang seseorang akan merasakan manisnya iman : [1] ia lebih mencintai Allah dan Rasul-Nya lebih dari yang lainnya, [2] ia mencintai seseorang hanya karena Allah, [3] iabenci untuk kembali pada kekufuran sebagaimana ia benci bila dilemparkan dalam neraka.”  (HR. Bukhari no. 6941 dan Muslim no. 43)

Bukti cinta tersebut adalah dengan mencintai Allah Subhaana Wa Ta’ala dan hal itu tercermin dalam ketaqwaan seorang hamba. Balasan bagi orang yang bertaqwa adalah seperti Firman-NYA, “Sesungguhnya Allah bersama orang yang bertaqwa” (QS. At-Taubah : 4)

Di sisi lain, mencintai Allah juga bisa terealisasikan dalam mencintai saudara seimannya. Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَثَلُ الْمُؤْمِنِينَ فِي تَوَادِّهِمْ، وَتَرَاحُمِهِمْ، وَتَعَاطُفِهِمْ مَثَلُ الْجَسَدِ إِذَا اشْتَكَى مِنْهُ عُضْوٌ تَدَاعَى لَهُ سَائِرُ الْجَسَدِ بِالسَّهَرِ وَالْحُمَّى

 “Permisalan orang-orang beriman dalam saling mencintai, saling mengasihi dan menyayangi seperti badan. Jika salah satu anggota tubuh kesakitan maka akan menyebabkan semua anggota tubuh begadang (tidak bisa tidur) dan demam.”(HR. Muslim: 2586)

Bukti cinta kepada Allah Subhaana Wa Ta’ala juga dapat berupa tidak sombong dan bersikap rendah hari kepada hamba-NYA.

Allah Subhaana Wa Ta’ala berfirman, “Dan berendah dirilah kamu terhadap orang-orang yang beriman. ” (QS. Al Hijr: 88)

Allah juga berfirman yaitu, “Allah tidak mencintai orang-orang yang sombong” (QS. An-Nahl : 23)

Selain itu, jika kita terkena musibah, penyakit, atau perkara yang menyusahkan yang membuat hati kita sempit maka bersabarlah.

“Sesungguhnya Allah mencintai orang yang sabar” (QS. Al-Imran : 146)

Allah Subhaana Wa Ta’ala juga berfirman, “Jadikanlah sabar dan sholat sebagai penolongmu. Maka Allah bersama orang yang sabar” (QS. Al-Baqoroh : 153)

Karena melalui perkara tersebut, Allah akan mekapangkan hatinya, memberi jalan dan kemudahan dan mengangkat derajatnya serta dia akan merasakan keindahan setelah perkara tersebut.

Allah Subhaana Wa Ta’ala berfirman, “tidak ada satu musibah pun kecuali Allah telah menakdirkannya, maka Allah-lah penolongmu”.

6.     Tidak takut kecuali pada Allah Subhaana Wa Ta’ala.

Hal ini termasuk tidak takut kepada penguasah, raja, ataupun pemimpin di negeri kita. Dan Allah Subhaana Wa Ta’ala telah menguji orang yang takut pada-NYA.

Allah Subhaana Wa Ta’ala berfirman, “Dan orang-orang yang menyampaikan risalah (Nabi) maka mereka takut kepada Allah dan tidak takut kepada selain Allah” (QS Al-Ahzab : 39)

Dan Allah mencela perbuatan orang-orang yang takut pada selain-NYA, “Sesungguhnya apa yang mereka lakukan  itu adalah perilaku syaithan untuk menakut-nakuti. Maka taktlah kepada Allah”.

Hadiah atau ganjaran bagi orang yang takut kepada Allah Subhaana Wa Ta’ala, yaitu sesuai dengan firman-NYA, “Dan bagi orang yang takut kepada Allah, maka dia akan mendapat dua surga” (QS. Ar-Rahman : 46)

Firman-NYA yang lain, “Orang-orang yang takut pada Allah dan Rasul-NYA, maka dialah orang-orang yang beruntung”.

7.     Pasrah kepada perintah Allah Subhaana Wa Ta’ala dan tidak protes.

Allah Subhaana Wa Ta’ala berfirman,

وَمَا كَانَ لِمُؤْمِنٍ وَلَا مُؤْمِنَةٍ إِذَا قَضَى اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَمْراً أَن يَكُونَ لَهُمُ الْخِيَرَةُ مِنْ أَمْرِهِمْ الأحزاب

“Dan tidaklah pantas bagi laki-laki yang mukmin dan bagi perempuan yang mukminah, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, ada pilihan (yang lain) bagi mereka tentang urusan mereka.” (QS. Al-Ahzab 36)

Allah berfirman, فَلْيَحْذَرِ الَّذِينَ يُخَالِفُونَ عَنْ أَمْرِهِ أَنْ تُصِيبَهُمْ فِتْنَةٌ أَوْ يُصِيبَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ

“Hendaknya orang-orang yang menyelisihi perintah nabi, maka mereka harus berhati-hati karena Allah akan menimpakan adzab yang sangat pedih” (QS. An-Nur : 63)

Pasrah artinya tunduk, yaitu patuh dan melaksankan segala perintah Allah Subhaana Wa Ta’ala. Dan yang tidak tunduk kepada Allah, maka dia melanggar perintah Allah. Firman-NYA “Sesungguhnya masjid-masjid adalah milik Allah, maka janganlah kalian berdoa kepada selain Allah” (QS. Aj-Jin : 18)

8.     Mengakui bahwa segala sesuatu adalah dari Allah dan wajib bersyukur atasnya.

“Dan ingatlah kenikmatan yang diberikan pada kalian” (QS Fathir : 3)

“dan ingatlah kenikmatan tatkala permusuhan dan kemudian Allah menjalin persaudaraan di antara kalian”.

Bersyukur kepada nikmat Allah adalah dengan cara menggunakan nikmat itu dengan baik dan bersyukur atas segala nikmat yang diberikan.

9.     Memaafkan orang lain yang salah kepadamu

Allah Subhaana Wa Ta’ala berfirman, “Hendaknya mereka memaafkan. Tidakkah kau suka jika Allah mengampunimu?” (QS. An-Nur : 22)

Dalam ayat lain Allah juga berfirman, “Dan jika kamu memaafkan dan tidak memarahi serta mengampuni (mereka) maka sesungguhnya Allah Maha pengampun lagi Maha penyayang.” (QS. At-Taghabun: 14).

10. Ikhlas

Yaitu dengan cara menyiapkan segala amal kita dengan tujuan untuk bertaqorrub (mendekatkan diri) kepada Allah.

Rasulullah bersabda, “Sesungguhnya Allah tidak menerima suatu amal, kecuali jika dikerjakan murni karena-NYA (ikhlas) dan mengharap wajah-NYA” (HR. Abu Dawud dan Nasai)

Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Kecuali orang-orang yang bertaubat, beriman, dan melakukan amal salih, maka mereka itulah orang-orang yang akan diganti kejelekan mereka dengan kebaikan. Allah Maha pengampun lagi Maha penyayang.” (QS. Al-Furqan [25] : 70).

11.Memahami Al-Qur’an

Allah berfirman, “Sungguh telah datang kitab (Al-Quran) yang memberi petunjuk dan menunjukkan ridho Allah”.

Allah  Subhanahu wata’ala berfirman,

لَوْ أَنزَلْنَا هَٰذَا الْقُرْآنَ عَلَىٰ جَبَلٍ لَّرَأَيْتَهُ خَاشِعًا مُّتَصَدِّعًا مِّنْ خَشْيَةِ اللَّهِ ۚ وَتِلْكَ الْأَمْثَالُ نَضْرِبُهَا لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَفَكَّرُونَ

“Kalau sekiranya Kami menurunkan al-Qur’an ini kepada sebuah gunung, pasti kamu akan melihatnya tunduk terpecah belah disebabkan takut kepada Allah. Dan perumpamaan-perumpamaan itu Kami buat untuk manusia supaya mereka berpikir.” (al-Hasyr: 21)

Dalam ayat yang lain Allah berfirman:

أَفَلا يَتَدَبَّرُونَ الْقُرْآنَ أَمْ عَلى قُلُوبٍ أَقْفالُها

“Tidakkah mereka mentadabburi al-Qur’an? Atau apakah hati-hati mereka sudah terkunci (tidak bisa memahami dan mengambil manfaat dari al-Qur’an)?” [QS. Muhammad: 24]

12. Selalu mengahadirkan rasa bahwa Allah selalu mengawasi kita (Ihsan)

Ketahuilah bahwa Allah mengetahui niat dan apa yang ada di dalam hati kita. Allah memerintahkan malaikat-NYA untuk mencatat amal-amal kita.

Allah ta’ala berfirman, artinya

Dan Allah mengetahui apa yang kalian sembunyikan dan yang kalian tampakkan” (QS. An-nahl : 19)

Allah berfirman, artinya

“Dia mengetahui apa yang dilangit dan apa yang dibumi, dan Dia mengetahui apa yang kalian sembunyikan dan yang kalian tampakkan, dan Allah mengetahui apa yang ada dalam hati ” (QS. At-taghabun : 4)

Allah berfirman, artinya

“Dan Rabbmu mengetahui yang kalian sembunyikan dan yang kalian tampakkan” (QS. Qasas : 69)

13. Menolong wali-wali Allah

Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu dia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: Allah Ta’ala berfirman: “Barangsiapa yang memusuhi wali-KU, maka AKU mengumumkan perang padanya….” (HR. Bukhari no.6502)

Nah, siapakah yang dimaksud wali Allah itu? Wali Allah adalah orang-orang yang mempunyai 2 sifat yaitu taqwa dan Iman. Wali Allah itu yaitu Nabi-NYA, Sahabat Rasulullah, dan para tabi’in.

Allah Subhannaahu wa Ta’ala telah berfirman menjelas tentang wali-Nya,
“Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. (Yaitu) orang-orang yang beriman dan mereka selalu bertaqwa” (10 :62-63)

14. Yakin bahwa yang mendatangkan kebaikan adalah Allah

Allah Subhaana Wa Ta’ala berfirman, “Dan apa yang ada di sisi Allah adalah lebih baik dan lebih kekal” (QS. An-Nahl : 96)

Firman-NYA juga, “Sesungguhnya orang-orang bertaqwa berada dalam surga dan kenikmatan” (QS. Ath-Thuur : 17).

15. Berbaik sangka kepada Allah

Yaitu dengan cara percaya bahwa Allah akan menepati seluruh janji-janjiNYA.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Sesungguhnya Allah azza wa jalla berfirman: Aku sesuai dengan prasangka hamba kepada-Ku, jika ia berprasangka baik, maka aku akan berbuat demikian terhadapnya. Jika ia berprasangka buruk, maka aku akan berbuat demikian terhadapnya” (HR. Ahmad dan Ibnu Hibban)

Dan inilah ancaman Allah terhadap orang yang berburuk sangka kepada Allah, “Janganlah seseorang meninggal kecuali berbaik sangka kepada Allah” (HR. Muslim, dari Jabir bin Abdillah Al-Anshary).

Dan inilah beberapa buah dari hubungan yang baik dengan Allah Subhaana Wa Ta’ala, yaitu:

1.     Kebahagiaan di dunia dan akhirat

Firman Allah, “Barang siapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.” (an-Nahl: 97)

Allah Subhannahu wa Ta’ala juga berfirman:

قُلْ مَنْ حَرَّمَ زِينَةَ اللَّهِ الَّتِي أَخْرَجَ لِعِبَادِهِ وَالطَّيِّبَاتِ مِنَ الرِّزْقِ قُلْ هِيَ لِلَّذِينَ آَمَنُوا فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا خَالِصَةً يَوْمَ الْقِيَامَةِ

“Katakanlah: ‘Siapakah yang mengharamkan perhiasan dari Allah yang telah dikeluarkanNya untuk hamba-hambaNya dan (siapa pulakah yang mengharamkan) rezki yang baik?’ Katakanlah: ‘Semuanya itu (disediakan) bagi orang-orang yang beriman dalam kehidupan dunia, khusus (untuk mereka saja) di Hari Kiamat’.” (Al-A’raf: 32)

2.     Mendapat ketenangan dan ketentraman

Apabila seseorang mendapatkan ketenangan dn ketentraman maka dia tidak akan khawatir atau tidak terganggu kehormatan dan harta yang dimiliknya.

Allah Subhaana Wa Ta’ala berfirman, “Maka hendaklah mereka menyembah Tuhan Pemilik rumah ini (Ka’bah), yang telah memberi makanan untk menghilangkan lapar dan mengamankan mereka dari ketakutan” (QS. Al-Quraisy : 34).

Dalam ayat lain Allah Subhaana Wa Ta’ala juga berfirman, “Orang-orang beriman dan tidak mencampur adukkan iman mereka dengan kedzaliman, mereka itulah orng yang mendapat keamanan dan mereka itu adalah orang yang mendapat petunjuk” (QS. Al-An’am : 82).

3.     Allah mempersatukan hati dan menjaga baik hubungannya dengan Allah Subhaana Wa Ta’ala.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s