ASEAN ECONOMIC COMMUNITY; THREAT OR OPPORTUNITY FOR INDONESIAN ECONOMY?

Hey hey, tahukah kamu ada apa di tahun 2015? Sudah dengar belum isu terhangat mengenai tantangan di tahun 2015 tersebut? Yang pasti ini bukan  mengenai harga BBM lagi lho. Lol..

Yups, there will be AEC, guys!!! Apa tuh AEC? AEC adalah singkatan dari ASEAN Economic Community atau biasa juga dikenal dengan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Yaitu kondisi dimana warga di setiap negara ASEAN akan membentuk dan menjadi satu komunitas ekonomi. Intinya sih, akan adanya perdagangan bebas yang membumikan zero tarif dalam ekspor-impor. Selain itu, warga asing dapat dengan bebas bekerja di Indonesia, begitu pun warga Indonesia yang dapat dengan mudah bekerja di luar negeri.

Noh kan pada bengong dengernya! Pasti masih banyak yang belum paham kan apa AEC itu? What it is, gitu lho! Itu kan yang ada dipikiran kamu??

Well yeah, untuk mensosialisasikan apa itu AEC dan apa yang harus dipersiapkan untuk menghadapi AEC, maka Edukasi BEM FE UNJ aliansi dengan R&K HMJ EA, R&D HMJ Management, dan Edukasi HMJ Akuntansi menyelenggarakan Revolutionary Discussion dengan tema “ASEAN Economic Community; Threat or Opportinity For Indonesian Economy?”

Revolutionary Discussion ini bertempat di Gedung Sertifkat Guru lantai 8 (25/06/13). Forum diskusi yang diselenggarakan untuk mengikuti perkembangan isu masyarakat Ekonomi ASEAN 2015 menghadirkan 3 narasumber yang spectacular. Mereka adalah Mbak Dina Kurnia –Direktorat Kerjasama ASEAN, Kemendag-, Bapak Guspiabri –InaGoInvest-, dan Bapak Latief Pakpahan –Marketing IT-.

Revolutionary Discussion dibuka oleh Master of Ceremony, kemudian dilanjutkan dengan pemberian sambutan-sambutan dan hiburan. Setelah itu, ketiga narasumber dipersilahkan naik ke podium. Forum diskusi segera dimulai dengan Ervina Maulida –MAPRES UNJ 2012- sebagai moderatornya.

Materi pertama dibawakan oleh Bapak Guspiabri. Dalam keterangannya, beliau menitikberatkan pada Foreign Direct Investment (FDI) untuk mengahadapi AEC. Beliau berpendapat, “Investasi ke luar negeri dapat meningkatkan ekspor Indonesia, sehingga Indonesia akan mengalami surplus”. Ini merupakan strategi untuk meningkatkan perekonomian Indonesia pada masa AEC nanti.

Berdasarkan data tahun 2007 yang dimiliki oleh bapak Guspiabri, Indonesia telah melakukan investasi ke luar negeri sekitar 50 triliun. Menurut beliau, angka ini masih terlalu kecil dan perlu ditingkatkan. Karena nyatanya, lebih banyak Foreign Direct Investment dari luar negeri ke Indonesia daripada Investasi Indonesia ke luar negeri. Oleh karena itu, diperlukan peran pemerintah untuk membantu memperlancar investasi ke luar negeri tersebut.

Selanjutnya materi mengenai apa itu ASEAN Community, apa peluang dan ancaman dalam AEC serta hal-hal yang harus dilakukan untuk mengahadapinya disampaikan oleh Mbak Dina Kurnia. Sebagai bagian dari anggota Kemendag, Mbak Dina memaparkan bahwa Pemerintah telah menyusun berbagai regulasi yang dibutuhkan untuk menghadapi AEC. Sebagaimana yang kita ketahui, 96% ekonomi Indonesia didominasi oleh Usaha Kecil Menengah (UKM). Oleh karena itu, salah satu regulasi yang dibuat Pemerintah yaitu menyediakan dana untuk pengembangan UKM tersebut.

Dengan tersedianya dana untuk UKM, maka Indonesia dapat mengembangkan perekonomiannya. Namun, tingkat keberhasilan dari setiap regulasi Pemerintah ini bergantung pada sebaik mana masyarakat dapat berpartisipasi. Maksudnya, mulai saat ini masyarakat harus bisa mencintai produk dalam negeri. Mbak Dina mengatakan, “Produk dalam negeri kita tidak kalah saing kok dengan produk luar negeri. Kualitas yang kita miliki hampir sama dengan mereka”. Oleh karena itu, untuk membiasakan menghadapi AEC, masyarakat Indonesia seharusnya mulai mengurangi mengonsumsi produk luar negeri dan beralih pada produk dalam negeri.

Mbak Dina menegaskan bahwa AEC akan dimulai sejak tanggal 31 Desember 2015 dan akan efektif pada awal tahun 2016. AEC bukanlah peristiwa yang dirayakan pada moment tertentu, tapi akan terus berlangsung pada tahun berikutnya. Oleh karena itu beliau berpesan, “Siapkan diri kalian untuk menghadapi AEC dan renungkan apa yang dapat kalian lakukan untuk mengahadapinya”.

Kemudian disuguhkan cara pengelolaan IT untuk meningkatkan perekonomian oleh Bapak Latief. Sebagaimana yang kita ketahui, zaman telah maju dan IT pun tak kalah ketinggalan. Bekal untuk menghadapi AEC, menurut Bapak Latief adalah dengan cara memanfaatkan teknologi seperti internet. Beliau berkata, “Google Coorporation menyediakan layanan untuk beriklan. Maka gunakan teknologi tersebut untuk mengiklankan produk kita”.

Dan penggunaan internet sebagai media iklan ini terbukti bukan manfaatnya? Dengannya, produk kita dapat lebih dikenal dan dapat meningkatkan penjualan. Pada hari ini, siapa yang tidak menggunakan internet? Pasti semua orang menggunakannya walau untuk waktu yang sangat singkat dalam sehari. Oleh karena itu, banyak pengusaha yang berlomba-lomba untuk menempati halaman pertama pada layanan iklan yang disediakan Google Co tersebut.

Setelah materi yang disampaikan oleh bapak Latief ini selesai, moderator membuka sesi tanya jawab. Begitu banyak perserta Revolutionary Discussion yang bertanya seputar isu ini. Hal ini menandakan mereka begitu antusias untuk mengetahui mengenai AEC dan berusaha untuk menghadapinya.

Setelah sesi tanya-jawab selesai, forum diskusi dilanjutkan dengan pemberian hadiah dan kenang-kenangan kepada ketiga narasumber. Hadiah diberikan oleh perwakilan panitia acara Revolutionary Discussion, yaitu ketua pelaksana. Acara ditutup dengan pembacaan doa dan juga foto bersama.

Aisyah Miftahurrohmah

Advertisements

One thought on “ASEAN ECONOMIC COMMUNITY; THREAT OR OPPORTUNITY FOR INDONESIAN ECONOMY?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s